RADAR SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan senilai total Rp2,27 miliar kepada masyarakat Kota Probolinggo, Senin (8/6).
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Sapa Bansos 2026 yang mengedepankan pendekatan ganda, yakni perlindungan sosial bagi kelompok rentan dan pemberdayaan bagi masyarakat yang berpotensi berkembang secara ekonomi.
Penyaluran bantuan yang berlangsung di Kantor Wali Kota Probolinggo itu meliputi Program Keluarga Harapan Plus (PKH Plus), asistensi sosial penyandang disabilitas, zakat produktif, hingga bantuan operasional bagi pilar-pilar sosial.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa program perlindungan sosial yang dijalankan pemerintah provinsi saat ini tidak lagi sekadar bersifat karitatif, tetapi juga adaptif dan berkelanjutan.
"Fokus utama kita adalah mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus menekan ketimpangan sosial. Oleh sebab itu, perlindungan sosial yang diberikan harus adaptif dan mampu memberdayakan masyarakat," ujar Khofifah dalam sambutannya.
Menurut Khofifah, pendekatan charity (bantuan sosial) diberikan kepada kelompok yang sangat rentan, seperti lanjut usia tidak mampu di atas 70 tahun dan penyandang disabilitas. Sementara itu, pendekatan empowering (pemberdayaan) diberikan kepada keluarga dalam kategori kemiskinan ekstrem melalui zakat produktif dan bantuan modal usaha.
"Harapan kita, zakat produktif itu dapat memutus mata rantai rentenir di masyarakat," tegasnya.
Berdasarkan data Pemprov Jawa Timur, pada tahun 2026 pemerintah mengalokasikan bantuan sosial dan tali asih pilar sosial senilai Rp171,239 miliar untuk berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Khusus Kota Probolinggo, alokasi yang disalurkan mencapai Rp2,273 miliar.
Rincian bantuan untuk Kota Probolinggo adalah sebagai berikut:
- PKH Plus: Rp1,202 miliar untuk 601 keluarga penerima manfaat.
- Bantuan sosial kemiskinan ekstrem: Rp426 juta untuk 284 penerima.
- Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD): Rp216 juta untuk 60 penerima.
- KIP KPM JAWARA: Rp300 juta untuk 100 penerima (masing-masing Rp3 juta per tahun).
- Bantuan operasional penyelenggaraan (BOP) dan tali asih: Rp78,6 juta untuk 27 pilar sosial (Pendamping Disabilitas, TKSK, dan TAGANA).
- Zakat produktif: Rp50 juta untuk 100 penerima (masing-masing Rp500 ribu sebagai modal usaha).
Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen Gubernur Khofifah dalam mendukung pengentasan kemiskinan di daerahnya.
Ia mengungkapkan bahwa sinergi antara Pemprov Jawa Timur dan Pemkot Probolinggo telah membuahkan hasil positif. Angka kemiskinan di Kota Probolinggo tercatat turun sebesar 0,69 persen pada tahun 2025.
"Jika dilihat, angkanya tampak kecil. Akan tetapi, dibandingkan lima tahun terakhir yang hanya turun 0,2 persen, capaian ini merupakan kebahagiaan tersendiri bagi kita semua," kata Aminuddin.
Dengan terinspirasi program yang digulirkan Gubernur Khofifah, Aminuddin optimistis Kota Probolinggo dapat terus menekan angka kemiskinan hingga dua digit dalam dua tahun ke depan. "Semoga dari 0,1 persen menjadi 4,1 persen," tambahnya.
Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasi khusus kepada seluruh pilar sosial yang menjadi ujung tombak pelayanan sosial di lapangan, mulai dari pendamping sosial, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Taruna Siaga Bencana (TAGANA), SDM PKH Plus, hingga pendamping disabilitas.
Menurutnya, keberhasilan berbagai program perlindungan sosial tidak lepas dari peran mereka yang secara langsung mendampingi masyarakat dan memastikan bantuan tepat sasaran.
"Semoga pengabdian panjenengan semua menjadi amal jariyah dan membawa manfaat yang luas bagi kesejahteraan masyarakat Jawa Timur. Saya yakin pilar-pilar sosial akan terus menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan perlindungan sosial yang semakin responsif dan tepat sasaran," ujar Khofifah.
Turut hadir dalam kegiatan Sapa Bansos di Kota Probolinggo, Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari, Ketua TP PKK Kota Probolinggo Evariani, serta ratusan masyarakat penerima manfaat bansos.(nin)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan