Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Energi Menipis dan Sampah Kian Menggunung, Pakar Lingkungan Desak Perubahan Pola Kelola Lingkungan

Rahmat Sudrajat • Senin, 8 Juni 2026 | 17:36 WIB
Tumpukan sampah di sungai menjadi salah satu gambaran nyata persoalan lingkungan yang masih membutuhkan perhatian serius. (Rahmat Sudrajat)
Tumpukan sampah di sungai menjadi salah satu gambaran nyata persoalan lingkungan yang masih membutuhkan perhatian serius. (Rahmat Sudrajat)

RADAR SURABAYA – Krisis energi dan persoalan sampah menjadi dua tantangan besar yang semakin mengancam keberlanjutan lingkungan di Indonesia.

 Di tengah pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, kebutuhan energi terus melonjak, sementara volume sampah yang dihasilkan masyarakat juga semakin sulit dikendalikan.

Pakar lingkungan, Nur Indradewi Oktavitri, menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak.

 Menurutnya, ketersediaan energi konvensional yang semakin terbatas perlu diimbangi dengan pengembangan energi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

"Ketersediaan energi semakin berkurang, sementara populasi Indonesia terus bertambah dan kebutuhan energi terus meningkat.

Baca Juga: Shin Tae-yong Tak Gentar dengan Target Juara Persija, Ini Janjinya untuk Jakmania

Karena itu, implementasi energi alternatif perlu dilakukan, seperti pemanfaatan tenaga surya atau pengolahan sampah menjadi bio-oil yang dapat dikonversi menjadi sumber energi," ujar Nur, Senin (8/6).

Energi Alternatif Jadi Solusi Krisis Energi

Nur menjelaskan, pemanfaatan energi terbarukan merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil.

Selain tenaga surya, pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif juga dinilai mampu menjawab dua persoalan sekaligus, yakni krisis energi dan penumpukan sampah.

Langkah tersebut tidak hanya membantu menjaga ketahanan energi nasional, tetapi juga mengurangi beban lingkungan akibat limbah yang terus meningkat setiap tahun.

Sampah dan Mikroplastik Ancam Lingkungan

Di sisi lain, persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar. Jika tidak dikelola secara optimal, sampah dapat mencemari udara, air, dan tanah, serta menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan manusia dan ekosistem.

Salah satu ancaman yang kini semakin mengkhawatirkan adalah penyebaran mikroplastik.

 Partikel plastik berukuran sangat kecil itu telah ditemukan di berbagai komponen lingkungan dan berpotensi masuk ke rantai makanan manusia.

Baca Juga: Surabaya Juara Umum Arung Jeram Piala Wali Kota Surabaya 2026, Dominasi Tiga Kategori Bergengsi

"Saat ini mikroplastik telah mencemari udara, air, dan lingkungan lainnya. Kondisi tersebut tidak hanya merusak kualitas lingkungan, tetapi juga mengancam keberlanjutan hidup manusia pada masa mendatang," jelasnya.

Menurut Nur, akar persoalan sampah masih terletak pada rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya.

 Karena itu, budaya memilah dan mengurangi sampah harus terus diperkuat melalui edukasi yang berkelanjutan.

Perubahan Iklim Perlu Dimitigasi

Selain krisis energi dan sampah, Nur juga menyoroti dampak perubahan iklim yang semakin nyata dirasakan masyarakat.

Cuaca ekstrem dan perubahan musim yang sulit diprediksi menjadi tantangan baru yang membutuhkan langkah mitigasi dan adaptasi yang tepat.

Ia menilai informasi prakiraan cuaca yang akurat dapat membantu masyarakat dalam menghadapi perubahan kondisi alam.

Meski perubahan iklim tidak dapat dihentikan sepenuhnya, dampaknya masih dapat ditekan melalui pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

"Perubahan iklim memang tidak bisa dihindari sepenuhnya, tetapi dampaknya dapat diminimalkan dengan menjaga dan mengelola lingkungan secara lebih baik," tuturnya.

Ancaman Mikropolutan Mulai Mengintai

Nur juga mengingatkan adanya ancaman lain yang masih jarang dibahas di Indonesia, yakni mikropolutan.

Zat pencemar berukuran mikro tersebut berpotensi terakumulasi di lingkungan dan memengaruhi keseimbangan ekosistem dalam jangka panjang.

Menurutnya, penelitian dan perhatian terhadap mikropolutan perlu ditingkatkan agar dampaknya dapat dicegah sejak dini sebelum menjadi masalah lingkungan yang lebih besar.

Langkah Kecil untuk Masa Depan Lingkungan

Sebagai solusi, Nur mengajak masyarakat untuk memulai berbagai aksi sederhana yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan.

Pemanfaatan media sosial untuk mengampanyekan gaya hidup ramah lingkungan, gerakan memilah sampah, hingga urban farming menjadi langkah yang dapat dilakukan oleh siapa saja.

Selain itu, pemerintah juga diharapkan terus mendorong partisipasi masyarakat melalui program penghargaan bagi wilayah yang berhasil menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

"Langkah kecil yang dilakukan hari ini mungkin belum terasa dampaknya sekarang. Namun, upaya tersebut dapat menjadi perubahan besar yang sangat berharga bagi kehidupan generasi mendatang," pungkasnya.(rmt) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#krisis energi #pengolaan sampah #Nur Indradewi Oktavitri #Pakar Lingkungan