RADAR SURABAYA – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya mengubah mekanisme pembagian air zamzam bagi jemaah haji yang kembali ke Indonesia pada musim haji 2026.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, air zamzam 5 liter tidak lagi dibagikan saat jemaah tiba di Asrama Haji Surabaya, melainkan langsung dikirim ke daerah asal masing-masing.
Kebijakan baru ini diterapkan untuk mengatasi berbagai persoalan yang selama ini muncul dalam proses distribusi air zamzam, terutama terkait jasa angkut yang kerap menimbulkan keluhan dari jemaah.
Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan air zamzam bersama koper besar jemaah akan langsung dikirim ke daerah untuk kemudian dibagikan melalui mekanisme yang telah ditentukan.
“Air zamzam dan koper besar langsung dibawa ke daerah. Nanti dibagikan di daerah,” kata Anam, Selasa (2/6).
PPIH Surabaya Hentikan Praktik Jasa Angkut yang Kerap Dikeluhkan Jemaah
Menurut Anam, keputusan tidak membagikan air zamzam di Asrama Haji Surabaya bertujuan memutus mata rantai persoalan jasa angkut yang selama ini sering memicu komplain.
Baca Juga: Cari Souvenir Elegan? Riz Plakat Pusat Pembuatan Plakat Akrilik Custom Berkualitas
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak jemaah mengeluhkan praktik pemberian uang sukarela kepada petugas angkut yang pada akhirnya menimbulkan ketidaknyamanan.
“Banyak komplain dari jemaah terkait jasa angkut. Karena itu, kami ingin menghilangkan persoalan tersebut dengan mendistribusikan air zamzam langsung ke daerah,” ujarnya.
Setiap Jemaah Haji Tetap Mendapat Air Zamzam 5 Liter
PPIH memastikan tidak ada perubahan terkait jumlah air zamzam yang diterima jemaah.
Setiap jemaah haji tetap memperoleh jatah satu kemasan air zamzam sebanyak 5 liter.
Distribusi akan dilakukan melalui dua jalur. Bagi jemaah yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), air zamzam akan dibagikan melalui KBIH masing-masing.
Sementara itu, jemaah non-KBIH atau mandiri dapat mengambilnya di kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) kabupaten/kota tempat mereka mendaftar.
“Dibagikan di KBIH masing-masing. Kalau mandiri, di kantor Kemenhaj masing-masing,” jelas Anam.
Masih Banyak Jemaah Membawa Air Zamzam di Dalam Koper
Selain mengatur distribusi resmi, PPIH Debarkasi Surabaya juga menyoroti masih banyaknya jemaah yang membawa air zamzam secara mandiri di dalam koper besar.
Baca Juga: Daihatsu Ramaikan IIMS Surabaya 2026, Hadirkan Kemudahan Memiliki Mobil Baru
Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap koper jemaah kloter 1 hingga kloter 6, petugas menemukan cukup banyak botol air zamzam yang disimpan di dalam bagasi.
Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh petugas di Bandara Jeddah sebelum keberangkatan menuju Indonesia.
“Sudah banyak yang dikeluarkan di sana. Kami juga telah mengirimkan informasi kepada ketua kloter agar terus disosialisasikan kepada jemaah,” ungkapnya.
PPIH berharap para ketua kloter dapat mengedukasi jemaah agar tidak lagi membawa air zamzam dalam koper besar karena berpotensi melanggar aturan penerbangan dan distribusi resmi.
Distribusi Air Zamzam Lebih Tertib dan Merata
Kebijakan distribusi air zamzam langsung ke daerah diharapkan dapat menciptakan sistem yang lebih tertib, transparan, dan adil bagi seluruh jemaah haji.
Selain mengurangi potensi keluhan terkait jasa angkut, langkah ini juga memastikan setiap jemaah menerima haknya sesuai ketentuan yang berlaku.
PPIH Debarkasi Surabaya menegaskan bahwa seluruh proses distribusi air zamzam akan dilakukan sesuai prosedur yang telah
ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi dan Indonesia sehingga penyalurannya dapat berlangsung lebih aman dan terorganisasi.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan