RADAR SURABAYA – Universitas Kristen (UK) Petra resmi meluncurkan Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Jarak Jauh (PJJ MM) berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Program ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas bagi masyarakat di wilayah timur Indonesia, khususnya Maluku dan daerah sekitarnya.
Melalui program Magister Manajemen jarak jauh ini, mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun domisili mereka.
Kehadiran teknologi digital dan AI diharapkan mampu menjawab tantangan pemerataan pendidikan tinggi di Indonesia.
Magister Manajemen UK Petra Gunakan Teknologi AI
Ketua Program Studi PJJ MM UK Petra, Prof. Dr. Zeplin Jiwa Husada Tarigan, menjelaskan bahwa program tersebut didukung Learning
Management System (LMS) berbasis AI yang dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar lebih interaktif dan fleksibel.
Salah satu keunggulan teknologi yang diterapkan adalah kemampuan mengubah materi pembelajaran dalam bentuk PDF maupun presentasi PowerPoint menjadi video singkat berdurasi dua hingga tiga menit.
Sistem juga dilengkapi avatar AI yang digunakan dalam asesmen interaktif untuk mengukur tingkat pemahaman mahasiswa.
“Meski pembelajaran dilakukan secara jarak jauh, proses belajar tetap berlangsung sangat interaktif.
Pendidikan tinggi berkualitas bukan lagi menjadi kemewahan yang hanya dimiliki masyarakat di kota-kota besar,” ujar Prof. Zeplin.
Menurutnya, pemanfaatan AI dalam pendidikan membuka peluang yang lebih luas bagi pekerja,
Aparatur Sipil Negara (ASN), maupun pelaku usaha untuk meningkatkan kompetensi tanpa harus meninggalkan aktivitas sehari-hari.
Perkuliahan Dimulai Agustus 2026
Program Magister Manajemen Pendidikan Jarak Jauh UK Petra dijadwalkan mulai menerima mahasiswa pada Agustus 2026.
Selain menawarkan fleksibilitas belajar, program ini juga memberikan efisiensi dari sisi waktu tempuh pendidikan.
Baca Juga: Persebaya Kunci Jefferson Silva untuk Musim Depan, Catatan Impresif Jadi Pertimbangan
Mahasiswa hanya membutuhkan waktu tiga semester atau sekitar 1,5 tahun untuk menyelesaikan studi dan memperoleh gelar Magister Manajemen.
“Cukup menempuh masa studi tiga semester atau sekitar 1,5 tahun, mahasiswa sudah dapat menyandang gelar Magister Manajemen dengan biaya yang terjangkau, yakni sekitar Rp30 juta,” kata Prof. Zeplin.
Fokus pada Kepemimpinan, Transformasi Digital, dan Keberlanjutan
Selain mengandalkan teknologi AI, kurikulum PJJ MM UK Petra juga dirancang sesuai kebutuhan dunia kerja modern.
Program ini berfokus pada tiga bidang utama, yaitu leadership agility (kepemimpinan yang lincah), transformasi digital, dan sustainability management (manajemen berkelanjutan).
Ketiga kompetensi tersebut dinilai penting untuk menghadapi tantangan industri yang terus berkembang akibat kemajuan teknologi dan meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan.
“Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori manajemen secara konvensional, tetapi juga dilatih untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi dan memiliki perspektif keberlanjutan dalam pengambilan keputusan bisnis,” jelasnya.
Dukung Pemerataan Pendidikan Tinggi di Indonesia
Peluncuran Program Magister Manajemen Pendidikan Jarak Jauh berbasis AI ini menjadi bagian dari komitmen UK Petra dalam mendukung pemerataan pendidikan tinggi di Indonesia.
Dengan memanfaatkan teknologi digital, masyarakat di wilayah timur Indonesia kini memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan magister berkualitas tanpa harus berpindah ke kota besar.
Langkah ini diharapkan dapat mencetak sumber daya manusia yang kompeten, adaptif terhadap perubahan teknologi, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah masing-masing. (rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan