RADAR SURABAYA – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, optimistis pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Jatim dapat berjalan lancar. Berbagai pembenahan terus dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, mulai dari pengaturan jadwal pendaftaran hingga proses verifikasi data calon murid baru agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan terukur.
Menurut Khofifah, sistem penjadwalan yang diterapkan dalam SPMB tahun ini membuat proses pendaftaran dan verifikasi berlangsung lebih tertib. Calon murid maupun orang tua tidak perlu berdesakan atau mengantre panjang karena seluruh tahapan telah diatur berdasarkan tanggal dan jam yang telah ditentukan.
“Antrean mungkin bisa melihat suasananya menjadi cukup longgar karena memang semua sudah diatur waktunya. Mereka bisa memastikan pada tanggal dan jam berapa mendaftarkan diri untuk dilakukan verifikasi seluruh data primer mereka. Kita terus berbenah, mudah-mudahan SPMB tahun ini bisa berjalan lancar dan masyarakat mendapatkan layanan terbaik sesuai sekolah yang diinginkan,” ujar Khofifah, Senin (1/6).
Baca Juga: SPMB Jatim, Dindik Catat 90.963 Siswa Sudah Kantongi PIN
Meski demikian, Khofifah mengingatkan masyarakat bahwa daya tampung sekolah negeri di Jatim masih terbatas dibanding jumlah lulusan yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA maupun SMK.
Ia menjelaskan, kapasitas SMA dan SMK negeri di Jatim saat ini hanya mampu menampung sekitar 39,3 persen dari total lulusan yang mendaftar. Kondisi tersebut membuat tidak semua calon murid dapat diterima di sekolah negeri yang menjadi pilihan utama mereka.
Baca Juga: Gegara Kucing Lompat, Pengendara Motor Tercebur ke Sungai di Jalan Kupang Jaya Surabaya
“Sebanyak-banyaknya mereka berharap bisa masuk sekolah yang diinginkan, tetapi kapasitas SMA dan SMKN negeri itu kira-kira hanya 39,3 persen. Jadi selalu ada ruang di mana kemudian mereka harus menentukan pilihan ke sekolah-sekolah swasta,” katanya.
Karena itu, Pemprov Jatim terus mendorong sinergi dengan sekolah-sekolah swasta untuk memastikan seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh akses pendidikan yang berkualitas. Salah satu langkah yang mendapat apresiasi adalah meningkatnya jumlah sekolah swasta yang menyediakan program beasiswa bagi siswa baru.
Baca Juga: DKPP Surabaya Temukan Cacing Hati dan Cacing Pita, Organ Terinfeksi Langsung Diafkir
Khofifah menyampaikan terima kasih kepada seluruh SMA dan SMK swasta di Jatim yang telah memberikan kesempatan kepada siswa melalui berbagai skema bantuan pendidikan dan beasiswa.
Menurutnya, partisipasi sekolah swasta dalam program beasiswa mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 1.757 SMA dan SMK swasta di Jatim menyediakan program beasiswa. Sementara pada tahun 2026 jumlah tersebut meningkat menjadi 2.106 sekolah.
Artinya, terdapat penambahan 349 sekolah swasta yang turut berpartisipasi memberikan beasiswa kepada calon peserta didik baru.
Baca Juga: Tidak Penuhi Standar, 372 SPPG di Jawa Timur Distop Sementara
“Kami menyampaikan terima kasih karena sangat banyak sekolah-sekolah swasta yang memberikan beasiswa, baik SMA maupun SMK. Ini merata di seluruh kabupaten dan kota. Dari tahun 2025 yang lalu, awal kepesertaan sekolah swasta memberikan beasiswa, tahun ini ada kenaikan yang cukup signifikan,” ungkapnya.
Tidak hanya jumlah sekolah penyedia beasiswa yang meningkat, jumlah calon murid yang berpotensi menerima bantuan pendidikan juga mengalami kenaikan.
Baca Juga: Waspada, Dampak Pemanasan Global, Tikus Bermigrasi ke Permukiman
Jika pada tahun 2025 jumlah penerima manfaat beasiswa dari SMA dan SMK swasta mencapai 72.989 siswa, maka pada tahun 2026 meningkat menjadi 79.086 siswa.
Dengan demikian, terdapat tambahan lebih dari 6.000 siswa yang berkesempatan memperoleh bantuan biaya pendidikan melalui program beasiswa yang disediakan sekolah-sekolah swasta.
Baca Juga: Ikut Lakukan Penyekapan Lansia, Dua Pria Asal Blora Ditangkap Polrestabes Surabaya
“Sebanyak 79.086 siswa tahun ini bisa mendapatkan beasiswa dari SMK maupun SMA swasta di Jatim. Kami menyampaikan terima kasih atas komitmen sekolah-sekolah swasta yang telah memberikan ruang bagi anak-anak Jatim untuk tetap melanjutkan pendidikan,” tegas Khofifah.
Pemprov Jatim berharap peningkatan jumlah sekolah swasta penyedia beasiswa tersebut dapat menjadi solusi bagi calon murid yang belum tertampung di sekolah negeri. (mus/gun)
Editor : Guntur Irianto