RADAR SURABAYA – Kepulangan jemaah haji Debarkasi Surabaya dari Tanah Suci akan dimulai pada 1 Juni 2026.
Sebanyak empat kelompok terbang (kloter) dijadwalkan tiba secara berurutan di Asrama Haji Surabaya pada hari pertama pemulangan.
Jemaah Kloter 1 asal Kabupaten Probolinggo menjadi rombongan pertama yang tiba setelah bertolak dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, pada dini hari sekitar pukul 03.05 WIB.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur, Mochammad As'adul Anam, mengatakan seluruh persiapan kepulangan jemaah telah dimatangkan, termasuk koordinasi dengan berbagai instansi terkait.
Baca Juga: Asrama Haji Surabaya Bakal Punya Pesawat Simulasi, Jemaah Tak Lagi Takut Naik Pesawat
“Untuk kepulangan 1 Juni, jemaah Kloter 1 dari Kabupaten Probolinggo tiba sekitar pukul 20.25 WIB.
Kemudian disusul Kloter 2 pukul 21.20 WIB, Kloter 3 pukul 22.20 WIB, dan Kloter 4 pukul 23.20 WIB,” ujar Anam, Jumat (29/5).
Daftar Kloter Jemaah Haji yang Tiba di Surabaya
Empat kloter pertama yang tiba di Debarkasi Surabaya berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur, yakni:
Kabupaten Probolinggo
Kota Malang
Kota Surabaya
Kota Batu
Pemerintah memastikan proses kedatangan jemaah berlangsung cepat agar para jemaah dapat segera kembali ke daerah asal masing-masing tanpa harus menunggu terlalu lama di Asrama Haji Surabaya.
Baca Juga: Roket Blue Origin Meledak di Cape Canaveral, Misi Satelit Amazon Tertunda
Penjemput Jemaah Haji Wajib Gunakan Pass Khusus
Untuk mengantisipasi kepadatan saat penjemputan, Kementerian Agama Jawa Timur menerapkan aturan khusus bagi keluarga penjemput, terutama dari wilayah aglomerasi Surabaya.
Penjemput diwajibkan memiliki pass atau kartu penjemputan resmi yang dikoordinasikan melalui Kantor Kementerian Haji dan Umrah kabupaten/kota.
“Penjemput bisa mengurus izin penjemputan dengan mendapatkan pass atau kartu khusus. Ini kami koordinasikan dengan Kantor Kemenhaj daerah,” jelas Anam.
Sementara itu, jemaah dari luar Surabaya diimbau menggunakan fasilitas bus yang telah disiapkan pemerintah daerah masing-masing untuk mengurangi kemacetan dan penumpukan kendaraan di area asrama haji.
Jemaah Jalani Pemeriksaan Kesehatan
Setibanya di Asrama Haji Surabaya, seluruh jemaah akan menjalani pemeriksaan kesehatan, mulai dari pengecekan suhu tubuh hingga pemeriksaan kondisi fisik secara umum.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan jemaah setelah menjalani rangkaian ibadah haji di Arab Saudi.
“Begitu tiba di asrama, sudah disiapkan pemeriksaan kesehatan, mulai dari cek suhu tubuh hingga pemeriksaan fisik lainnya,” kata Anam.
Air Zamzam Dibagikan Setelah Pemeriksaan
Selain pemeriksaan kesehatan, jemaah juga akan menerima air zamzam setelah seluruh proses administrasi dan pengambilan koper selesai dilakukan.
Air zamzam tersebut akan dibagikan bersamaan dengan barang bawaan jemaah sebelum kembali ke daerah masing-masing.
“Air zamzam diterima setelah seluruh proses pemeriksaan kesehatan selesai. Air zamzam beserta koper besar langsung dibawa pulang oleh jemaah,” ujarnya.
17 Jemaah Haji Jawa Timur Wafat di Tanah Suci
Di sisi lain, hingga saat ini tercatat 17 jemaah haji asal Jawa Timur meninggal dunia di Tanah Suci.
Data tersebut meliputi empat jemaah asal Kabupaten Pasuruan, dua dari Kota Malang, dua dari Lamongan, dua dari Kabupaten Malang, serta masing-masing satu orang dari Gresik, Jombang, Kabupaten Probolinggo, Sidoarjo, Jember, Bojonegoro, dan Magetan.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan