Musda DPD Demokrat Jatim, Emil Pastikan Tunggu Arahan DPP

Mus Purmadani • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 16:33 WIB
MENUNGGU: Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Emil Elestianto Dardak, memastikan musda masih tunggu dari DPP Partai Demokrat.(IST/RADAR SURABAYA)
MENUNGGU: Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Emil Elestianto Dardak, memastikan musda masih tunggu dari DPP Partai Demokrat.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jatim (Jatim) memastikan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) menunggu arahan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat. Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan sejumlah DPD Demokrat di berbagai provinsi telah lebih dahulu melaksanakan Musda. Sementara untuk Jatim, pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari DPP terkait waktu pelaksanaan.

“Di seluruh Indonesia sebagian provinsi atau DPD sudah melakukan Musda. Untuk Jatim kami tentu akan mengikuti arahan dari DPP mengenai waktu pelaksanaan Musda,” ujar Emil, Kamis (28/5) 

Menurutnya, Musda menjadi agenda penting bagi partai untuk memperkuat konsolidasi organisasi menjelang pesta demokrasi mendatang. Meski Pemilu 2029 masih cukup lama, Emil menilai proses penguatan struktur partai tidak bisa dilakukan secara mendadak.

Baca Juga: Beraksi di 20 TKP, Pasutri Siri Pelaku Penipuan Penggelapan di Surabaya Ditangkap, Begini Modusnya

“Memang kelihatannya masih lama, tapi konsolidasi ini bertahap. Setelah Musda nanti ada Muscab, kemudian ada penyegaran sampai level PAC. Jadi tidak boleh terlalu mepet,” katanya.

Ia menjelaskan, secara administratif masa kepengurusan sebenarnya masih memungkinkan berlangsung hingga tahun depan sesuai surat keputusan yang berlaku. Namun demikian, peluang pelaksanaan Musda pada tahun ini tetap terbuka.

Baca Juga: Minuman Rempah Kemasan Modern Diminati Gen Z, Dikemas ala PKL di Kedungdoro Surabaya

“Kalau mengikuti SK sebenarnya bisa sampai tahun depan. Tapi kemungkinan besar ada kemungkinan tahun ini. Sekali lagi semua tergantung keputusan DPP. Kami tegak lurus pada arahan DPP,” tegasnya.

Saat disinggung mengenai peluang dirinya kembali maju sebagai Ketua DPD Demokrat Jatim, Emil memilih memberikan jawaban diplomatis. Ia meminta semua pihak menunggu dinamika yang berkembang menjelang Musda. “Lebih seru kalau kita menunggu waktunya saja,” ucapnya sambil tersenyum.

Baca Juga: Semarak Hari Waisak 2570 BE, Vesak Festival di Tunjungan Plaza 3 Surabaya 

Dalam kesempatan itu, Emil juga menanggapi isu mengenai posisi sekretaris DPD yang disebut-sebut bakal menjadi perhatian dalam Musda mendatang. Namun ia menegaskan bahwa penentuan jajaran kepengurusan bukan ditentukan secara personal oleh ketua terpilih.

Menurut Emil, kepengurusan Demokrat dibentuk melalui mekanisme formatur yang melibatkan lintas unsur partai termasuk DPP.

Baca Juga: Terjadi Lagi! Rumah di Malang Hancur dan 6 Orang Teluka Akibat Ledakan Bahan Petasan 

“Kalau ketua dipilih melalui Musda, tetapi kepengurusan dipilih melalui formatur. Formatur ini lintas elemen dan tentunya di dalamnya juga ada DPP,” jelasnya.

Karena itu, Emil mengaku tidak etis apabila dirinya lebih dahulu berbicara mengenai figur maupun kriteria tertentu untuk posisi sekretaris atau jabatan lainnya di kepengurusan mendatang.

“Saya tidak bisa bicara sebagai pribadi. Kurang elok kalau kemudian saya mendahului menyampaikan kriteria versi saya, apalagi saya sendiri juga belum tentu,” katanya.

Baca Juga: Gunakan AI, Pria Ini Tipu Toko di Bulak Banteng Surabaya Pakai Bukti Pembayaran QRIS Palsu

Meski demikian, Emil menegaskan seluruh pengurus Partai Demokrat, baik ketua, sekretaris, bendahara, kepala badan hingga pengurus di semua tingkatan, harus memiliki loyalitas kuat kepada partai dan masyarakat. 

“Yang paling penting adalah loyalitas kepada partai, tentu dalam kerangka loyalitas kepada NKRI dan masyarakat. Loyalitas kepada partai itu penting supaya searah, satu tujuan, seirama dan senapas dalam bergerak,” ujarnya.

Baca Juga: Bursa Transfer: Arsenal Obral Gabriel Jesus Rp412 Miliar demi Boyong Bintang Baru ke Emirates Stadium

Selain loyalitas, Emil menilai seluruh kader Demokrat juga harus memiliki semangat kerja keras dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. Sebab menurutnya, esensi utama partai politik adalah hadir dan bekerja untuk kepentingan rakyat.

“Semua pengurus harus bekerja keras menyapa dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Karena esensi partai politik ada di situ,” katanya.

Terkait target peningkatan suara Demokrat pada Pemilu 2029, Emil mengakui partainya harus bekerja lebih keras untuk memperbaiki capaian elektoral. Ia menyebut Demokrat menghadapi berbagai tantangan besar pada Pemilu 2024, mulai dari dinamika internal hingga perubahan konstelasi politik nasional.

Baca Juga: Pelaku Begal Gagal Beraksi di Jalan Mayjen Sungkono Surabaya, Motor Tertinggal usai Diteriaki Korban

“Partai Demokrat di 2024 mengalami berbagai cobaan yang tidak sederhana. Dimulai dari percobaan pengambilalihan kepemimpinan, kemudian konstelasi pilpres yang berubah di detik terakhir. Semua itu berpengaruh pada positioning elektoral,” ungkapnya.

Meski begitu, Emil tetap bersyukur Demokrat mampu mempertahankan eksistensinya berkat kerja keras seluruh kader di berbagai tingkatan.

Baca Juga: Jelang Bulan Purnama Waisak, BMKG Minta Warga Pesisir Surabaya, Waspadai Banjir Rob hingga 11 Juni 2026

“Kami tetap mensyukuri kerja keras semua insan Partai Demokrat di semua lini sehingga capaian ini tetap bisa dipertahankan,” ujarnya.

Ke depan, kata Emil, masyarakat akan menilai langsung kiprah dan pengabdian kader Demokrat melalui kerja nyata para wakil rakyat di legislatif maupun struktur partai di daerah.

Baca Juga: Sapi Kurban Lepas di Kampung Arab Banjarmasin, Seruduk Warga hingga Meninggal

“Kita akan diukur dari kinerja 11 anggota DPRD Jatim dan 137 anggota DPRD kabupaten/kota, termasuk seluruh fungsionaris dan struktur partai mulai DPD, DPC hingga PAC. Masyarakat akan melihat apa kiprah dan pengabdian kita selama masa ini,” pungkasnya. (mus/gun)

Editor : Guntur Irianto
Sumber : radar surabaya
dpp partai demokrat dpd partai demokrat jatim Musda partai politik berita partai demokrat