Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Terjadi Lagi! Rumah di Malang Hancur dan 6 Orang Teluka Akibat Ledakan Bahan Petasan 

Nurista Purnamasari • Kamis, 28 Mei 2026 | 14:01 WIB
Kondisi rumah milik Sumari di Dusun Sumbul, Singosari, Malang yang hancur akibat ledakan bahan petasan. (ISTIMEWA)
Kondisi rumah milik Sumari di Dusun Sumbul, Singosari, Malang yang hancur akibat ledakan bahan petasan. (ISTIMEWA)
RADAR SURABAYA - Tragedi ledakan kembali mengguncang Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sebuah rumah di Dusun Sumbul, Desa Klampok, Kecamatan Singosari hancur berantakan pada Minggu (24/5) malam. 
Tidak hanya menghancurkan rumah, ledakan tersebut juga melukai enam anggota keluarga penghuni rumah.
Fakta mengejutkan terungkap bahwa rumah tersebut diduga berfungsi sebagai pabrik petasan rumahan.
Baca Juga: Gunakan AI, Pria Ini Tipu Toko di Bulak Banteng Surabaya Pakai Bukti Pembayaran QRIS Palsu
Kapolsek Singosari, AKP Achmad Zainuddin, menjelaskan bahwa pemilik rumah, Sumari, sedang memberi pakan ternak ketika ledakan terjadi.
“Sekitar pukul 19.30 WIB, Sumari berada di kandang. Setengah jam kemudian, ia mendengar suara ledakan keras dan mendapati rumahnya sudah hancur,” kata Zainuddin dikutip dari Kompas.com.
Atap rumah runtuh, dinding bangunan roboh, dan enam anggota keluarga tertimpa material. 
Baca Juga: Rumah Meledak Akibat Petasan, Seorang Warga Kepanjen Malang Tewas
Salah satu korban, Syamsul Arifin, 26, mengalami luka bakar parah hingga 60 persen tubuhnya. Lima korban lainnya, termasuk anak berusia 3 tahun, mengalami luka ringan. 
Warga sekitar segera mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

Temuan Mengejutkan di TKP

Hasil olah TKP lanjutan menemukan 18 barang bukti yang memperkuat dugaan aktivitas peracikan petasan. 
Baca Juga: Semarak Hari Waisak 2570 BE, Vesak Festival di Tunjungan Plaza 3 Surabaya 
Polisi menemukan selongsong kertas dengan residu serbuk belerang, alat pemadat kayu, sumbu panjang, serta perangkat peracik mercon.
“Dugaan kuat kami, ledakan berasal dari aktivitas meracik petasan rakitan di dalam rumah. Tim Jibom Brimob dan Labfor Polda Jatim sudah mengamankan barang bukti untuk diuji laboratoris,” papar Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar.
Selain kerugian material, insiden ini menimbulkan trauma mendalam bagi anak-anak korban. 
Baca Juga: Pelaku Begal Gagal Beraksi di Jalan Mayjen Sungkono Surabaya, Motor Tertinggal usai Diteriaki Korban
Polisi menegaskan bahwa kasus ini masuk ranah pidana karena kepemilikan bahan peledak tanpa izin.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak merakit atau menyimpan bahan petasan karena sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa,” ujar Bambang.

Ledakan Beruntun di Malang

Ledakan di Singosari terjadi hanya sehari setelah insiden serupa di Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, yang menewaskan seorang penghuni rumah. 
Rangkaian peristiwa ini menunjukkan maraknya peredaran bahan peledak ilegal di Malang. 
Polres Malang kini meningkatkan patroli senyap ke kampung-kampung untuk merazia bahan peledak musiman.
Baca Juga: Sapi Kurban Lepas di Kampung Arab Banjarmasin, Seruduk Warga hingga Meninggal
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar tidak lagi menyimpan atau merakit bahan peledak. (kmp/nur)
Editor : Nurista Purnamasari
#malang #rumah hancur #ledakan petasan #bahan peledak #petasan