Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

DPRD Jatim Menilai Program Kemandirian Ekonomi GTT Perkuat Kesejahteraan Guru

Mus Purmadani • Minggu, 24 Mei 2026 | 20:46 WIB
BERDAMPAK: Anggota Komisi E DPRD Jatim, Suli Da’im, menilai program kemandirian ekonomi GTT bisa membantu kesejahteraan guru.(IST/RADAR SURABAYA)
BERDAMPAK: Anggota Komisi E DPRD Jatim, Suli Da’im, menilai program kemandirian ekonomi GTT bisa membantu kesejahteraan guru.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Program Kemandirian Ekonomi Guru Tidak Tetap (GTT) yang digagas Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) mendapat apresiasi dari Komisi E DPRD Jatim. Program tersebut dinilai menjadi langkah progresif dalam memperkuat kesejahteraan sekaligus kemandirian ekonomi para guru di tengah tantangan dunia pendidikan dan tekanan ekonomi saat ini.

Apresiasi itu disampaikan Anggota Komisi E DPRD Jatim Suli Da’im, Minggu (24/5). Dinas Pendidikan Provinsi Jatim menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk membantu guru GTT memiliki kemampuan ekonomi tambahan melalui pemberdayaan, pelatihan kewirausahaan, dan pendampingan usaha secara berkelanjutan.

Program itu menyasar sekitar 500 guru GTT jenjang SMA, SMK, dan SLB di seluruh Jatim. Fokus utamanya meliputi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan guru, penguatan keterampilan digital marketing, pembukaan akses jejaring dan permodalan usaha, hingga pendampingan usaha produktif secara berkesinambungan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Luncurkan Program Sekolah Sampah untuk Kurangi Beban di TPA

Selain pelatihan kewirausahaan berbasis potensi lokal, para peserta juga akan mendapatkan penguatan kapasitas usaha produktif agar memiliki alternatif sumber penghasilan tambahan yang berkelanjutan di luar tugas mengajar.

Anggota Komisi E DPRD Jatim Suli Da’im menilai program tersebut menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap nasib guru GTT yang selama ini menjadi salah satu penopang utama layanan pendidikan di Jatim.

Baca Juga: Impor Kedelai Jatim Meledak 23,8%, Harga Tahu Tempe Terancam Naik?

“Program ini patut diapresiasi karena tidak hanya melihat guru sebagai tenaga pengajar, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat produktif yang perlu diperkuat kesejahteraan ekonominya. Pendekatan pemberdayaan seperti ini sangat penting agar guru memiliki daya tahan ekonomi yang lebih baik,” ujar dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) tersebut.

Wakil Ketua Fraksi PAN DPRD Jatim itu menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan guru memiliki hubungan erat dengan kualitas pendidikan. Menurutnya, guru yang memiliki stabilitas ekonomi akan lebih fokus, tenang, dan maksimal dalam menjalankan proses pembelajaran.

Baca Juga: Persiapan SPMB Jatim 2025/2026 Memasuki Tahap Akhir, Dindik Jatim Pastikan Sistem Siap dan Siswa Tak Lolos Negeri Bisa Masuk Sekolah Swasta dengan Beasiswa

“Guru adalah pilar utama pendidikan. Ketika kesejahteraan guru diperhatikan, maka kualitas pendidikan juga akan semakin baik. Karena itu, program pemberdayaan seperti ini perlu didorong agar berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak guru di Jatim,” tambah mantan Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim tersebut.

Suli Da’im juga mengaitkan program tersebut dengan visi pembangunan sumber daya manusia yang selama ini menjadi prioritas Presiden RI Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Kakanwil Kemenag Jatim Tegaskan ASN Baru Harus Rendah Hati dan Antikorupsi

Menurutnya, Presiden Prabowo berkali-kali menekankan bahwa pembangunan pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur sekolah, tetapi juga harus memperhatikan kualitas dan kesejahteraan guru sebagai ujung tombak pembangunan bangsa.

“Visi Presiden Prabowo sangat jelas bahwa pembangunan bangsa harus dimulai dari penguatan manusia Indonesia. Dalam konteks itu, guru menjadi elemen utama yang harus diperhatikan, baik kualitas maupun kesejahteraannya. Program seperti ini sejalan dengan semangat pembangunan SDM unggul yang menjadi prioritas nasional,” jelasnya.

Baca Juga: Virus Newcastle Bermutasi, Kini Serang Berbagai Jenis Burung

Ia juga menyinggung perhatian Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti terhadap penguatan kualitas guru dan transformasi pendidikan nasional.

Menurut Ketua Umum IKA Umsura itu, Abdul Mu’ti selama ini dikenal memiliki perhatian besar terhadap penguatan karakter pendidikan, peningkatan kompetensi guru, serta pembangunan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkemajuan.

Baca Juga: ART Pencuri Emas dan Uang Majikan di Surabaya Ditangkap, Begini Pengakuannya

“Pak Abdul Mu’ti selalu menempatkan guru sebagai pusat transformasi pendidikan. Karena itu, penguatan kapasitas dan kemandirian ekonomi guru menjadi bagian penting agar guru dapat mengajar dengan lebih tenang, produktif, dan bermartabat,” ujarnya.

Suli Da’im menilai tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan kualitas akademik, tetapi juga kemampuan menghadapi perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi digital. Karena itu, pelatihan digital marketing dan kewirausahaan bagi guru dinilai sangat relevan dengan kebutuhan zaman.

Baca Juga: Curiga Bukti Sabu Adalah Garam, JPU Hadirkan Saksi Labfor di PN Surabaya

Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada pelatihan seremonial semata, tetapi benar-benar disertai pendampingan usaha yang konsisten, penguatan akses pemasaran, dukungan permodalan, hingga evaluasi keberlanjutan program secara berkala.

Selain itu, Komisi E DPRD Jatim juga mendorong agar program pemberdayaan ekonomi guru ke depan dapat disinergikan dengan penguatan UMKM daerah, ekonomi kreatif berbasis sekolah, platform digital marketing, hingga kolaborasi dengan perguruan tinggi dan dunia usaha.

“Ke depan, guru tidak hanya menjadi pendidik di ruang kelas, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan,” jelasnya. (mus/gun)

Editor : Guntur Irianto
#Dindik Jatim #program #guru tidak tetap #dprd jatim #Komisi E