RADAR SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan persiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 telah memasuki tahap akhir. Seluruh sektor dan sistem pendukung penerimaan siswa baru di SMA dan SMK negeri disebut sudah siap digunakan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan kesiapan teknis maupun sistem pelaksanaan SPMB kini tinggal menyelesaikan tahapan sosialisasi kepada sekolah dan masyarakat.
Baca Juga: Virus Newcastle Bermutasi, Kini Serang Berbagai Jenis Burung
“Sudah siap semua sektor, semua sistem, sudah disiapkan. Tinggal sosialisasi, sudah 87 persen. Nanti akan ada sosialisasi kepada semua sekolah. Tinggal 15 persen saja yang belum tersosialisasi,” ujar Aries, Minggu (24/5).
Aries menegaskan, Pemprov Jatim juga telah menyiapkan langkah antisipasi bagi siswa yang tidak diterima di SMA maupun SMK negeri. Salah satunya melalui kerja sama dengan sekolah swasta yang menyediakan berbagai skema beasiswa pendidikan.
Menurutnya, siswa yang tidak lolos di sekolah negeri tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tanpa harus putus sekolah.
“Kami sampaikan bahwa yang tidak diterima di negeri, kami sudah kerja sama dengan sekolah swasta, mereka dapat beasiswa,” katanya.
Ia menjelaskan, sekolah swasta yang bekerja sama dengan pemerintah daerah telah membuka kuota bantuan pendidikan dalam berbagai bentuk, mulai dari beasiswa penuh hingga bantuan biaya pendidikan sebagian.
Baca Juga: Kepulangan Relawan Global Sumud Flotilla Disambut Haru, Menlu Apresiasi Dukungan Negara Sahabat
“Jadi mereka bisa masuk di sekolah swasta. yang mereka terima bukan kuota beasiswa penuh dan beasiswa bantuan. Istilahnya bantuan itu tidak sepenuhnya mereka dapat beasiswa, mungkin setengah dan sebagainya,” jelas Aries.
Program kolaborasi dengan sekolah swasta tersebut disiapkan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus mengurangi kekhawatiran masyarakat terkait keterbatasan daya tampung sekolah negeri. (*)
Editor : Lambertus Hurek