Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pastor Joseph Wang Terusir dari Tiongkok lalu Dirikan Sekolah Hwa Ying di Kota Malang

Lambertus Hurek • Kamis, 21 Mei 2026 | 11:44 WIB
Pastor Joseph Wang bersama para siswa Sekolah Hwa Ying Malang pada era 1950-an. (IST)
Pastor Joseph Wang bersama para siswa Sekolah Hwa Ying Malang pada era 1950-an. (IST)

 

RADAR SURABAYA- Ketika rezim komunis pimpinan Mao Zedong memenangkan perang saudara dan memproklamasikan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), 1 Oktober 1949, posisi umat kristiani dan misionaris asing berada di ujung tanduk. Para pastor dicap sebagai elemen kontrarevolusi dan musuh komunisme. 

Tekanan hebat ini memaksa para imam ordo CDD terpaksa mengungsi ke luar Tiongkok demi keselamatan dan kelangsungan pelayanan mereka.

Baca Juga: Bukan Lagi Tabu, Ini Pentingnya Memberikan Pendidikan Seks Sejak Dini pada Anak

Eksodus tersebut membawa Pastor Joseph Wang CDD, kelahiran Shanghai, menapakkan kaki di Kota Malang pada 16 Januari 1951. Saat itu usia Romo Wang sekitar 40 tahun.

Uskup Malang saat itu, Mgr. AEJ Albers, O.Carm, langsung memberikan penugasan khusus: mendirikan sekolah Katolik bagi komunitas warga Tionghoa di Malang. Sebab saat itu warga Tionghoa cukup banyak tapi sekolah Tionghoa sangat sedikit.

Hanya sebulan setelah mendarat, tepatnya pada 21 Februari 1951, Pastor Joseph Wang membeli sebuah gedung bekas Neutrale School di Jalan Dr Soetomo 35, Malang, yang rusak parah. Di bangunan inilah fondasi pendidikan mulai diletakkan.

Pada 17 Juli 1951: Sekolah Menengah resmi dibuka dengan nama Hwa Ying Chung Shiok atau Hua-Ind Chung Hsueh. Juga sering ditulis Hwa Ying Midle School di arsip lama. Artinya Sekolah Menengah Katolik Tionghoa Indonesia.

Baca Juga: Armudji Imbau Warga Surabaya Gunakan Pembayaran Parkir Digital, Antisipasi Jukir Liar

Setelah para siswa SMP angkatan pertama lulus, maka didirikan SMA Hwa Ying di kompleks yang sama. Juga atas mandat lanjutan dari Uskup Malang. Kelas pertamanya hanya diisi oleh 27 siswa.

Yayasan yang dipimpin Romo Joseph Wang juga mengambil alih TK dan SD Nam Chiang yang senen kemis. Sehingga saat itu Hwa Ying College memiliki sekolah dari tingkat TK, SD, SMP, dan SMA.

Seiring kebijakan asimilasi dan perubahan zaman, nama sekolah disesuaikan menjadi Kolese Santo Yusuf (Kosayu) pada 1 Desember 1959. Meski sudah puluhan tahun berganti nama, sampai sekarang orang Malang masih menyebut Sekolahan Hwa Ying.

SMAK Kosayu berkembang pesat dari sekolah berbasis etnis menjadi salah satu SMA swasta ternama di Kota Malang. Siswa-siswinya kini datang dari puluhan provinsi di seluruh penjuru Nusantara, bukan lagi khusus anak-anak Tionghoa seperti di masa lalu. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#Sekolah Hwa Ying Malang #pastor joseph wang CDD #Kosayu Malang #Kolese Santo Yusuf #Romo Joseph Wang