RADAR SURABAYA– Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Timur memiliki daya saing tinggi dan siap menembus pasar kerja internasional.
Hal ini ditunjukkan melalui program magang kerja luar negeri dan penempatan pekerja migran yang menjangkau berbagai negara tujuan.
“Konektivitas yang sudah terbangun menjadi bagian penting untuk terus diperluas. Ini adalah upaya bersama agar lulusan SMK Jawa Timur mampu menjawab kebutuhan industri global,” ujar Khofifah dalam keterangan resmi di Surabaya, Sabtu (16/5).
1.790 Peserta Ikut Program Magang dan Kerja Luar Negeri
Sebanyak 1.790 siswa dan alumni SMK dari Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan mengikuti program ini. Rinciannya: 1.067 siswa kelas XII dan XIII mengikuti program magang, 723 alumni telah bekerja di luar negeri.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan vokasi di Jawa Timur mampu menghasilkan tenaga kerja siap pakai dengan standar internasional.
Baca Juga: Amerika Serikat Tak Lagi Jadi Negeri Impian? Merz Ungkap Fakta Mengejutkan Ini
Jepang dan Korea Selatan Jadi Tujuan Utama
Penempatan tenaga kerja mencakup 13 negara, yaitu Jepang, Korea Selatan, Jerman, Malaysia, Singapura, Taiwan, Australia, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Brunei Darussalam, Bulgaria, dan Thailand.
Jepang menjadi tujuan terbanyak dengan 1.216 peserta
Korea Selatan menyusul dengan 460 peserta
Dominasi dua negara tersebut menunjukkan tingginya permintaan tenaga kerja vokasi asal Indonesia, khususnya dari Jawa Timur.
Tulungagung Dominasi Peserta, SMK Swasta Unggul
Dari sisi daerah asal: Tulungagung: 898 peserta, Trenggalek: 54 peserta, Pacitan: 15 peserta.
Sementara berdasarkan status sekolah: SMK swasta: 597 peserta, SMK negeri: 470 peserta.
Peluang Kerja Terbuka di Berbagai Sektor Industri
Menurut Khofifah, lulusan SMK memiliki peluang besar untuk bekerja di berbagai sektor industri global, antara lain:
Manufaktur, Perkapalan, Teknologi, Perhotelan, Kesehatan, Konstruksi, Logistik, Pertanian modern.
Baca Juga: Sekolah Disegel, 90 Siswa SMK Kesehatan di Pamekasan Terpaksa Belajar Daring
Ia mencontohkan, Jerman membutuhkan tenaga kerja terampil di bidang pengelasan bawah laut, sementara Jepang membuka peluang luas di sektor pertanian dan industri.
Penguatan Kompetensi dan Bahasa Asing Jadi Kunci
Khofifah menekankan pentingnya peningkatan kompetensi teknis, kedisiplinan, serta kemampuan bahasa asing agar lulusan SMK mampu bersaing di tingkat global.
“Selain membawa rezeki, juga membawa pulang ilmu. Kalian adalah pahlawan devisa dan harus menjaga nama baik bangsa Indonesia,” pesannya.
Pemprov Jatim Klaim Pendidikan Vokasi Berkualitas
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyebut tingginya penempatan lulusan SMK di luar negeri menjadi indikator keberhasilan peningkatan kualitas pendidikan vokasi.
“Ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan vokasi yang dikembangkan Pemprov Jawa Timur mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.
Ia menambahkan, peluang kerja internasional masih terbuka luas bagi lulusan yang memiliki kompetensi dan etos kerja tinggi.
“Kepercayaan dunia industri harus dijaga. Tunjukkan bahwa lulusan SMK Indonesia mampu dan unggul,” pungkasnya.(mus)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan