Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sekolah Disegel, 90 Siswa SMK Kesehatan di Pamekasan Terpaksa Belajar Daring 

Nurista Purnamasari • Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:16 WIB
Lahan sekolah yang sedang jadi sengketa membuat 90 siswa SMK Kesehatan Nusantara di Pamekasan harus belajar daring. (Kompas.com)
Lahan sekolah yang sedang jadi sengketa membuat 90 siswa SMK Kesehatan Nusantara di Pamekasan harus belajar daring. (Kompas.com)
RADAR SURABAYA - Sebanyak 90 siswa SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan, Jawa Timur, terpaksa menjalani pembelajaran daring sejak Senin (11/5), setelah gedung sekolah disegel oleh pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan. 
Penyegelan ini menimbulkan polemik sengketa tanah dan memunculkan kekhawatiran akan keberlangsungan pendidikan siswa. 
Hingga kini, pintu utama sekolah masih digembok dan belum ada kepastian kapan segel akan dibuka.
Baca Juga: Miris! Bocah 5 Tahun di Pamekasan Tewas Diserang Monyet Saat  Bermain
Kepala SMK Kesehatan Nusantara, Ahmad Mahfud, menjelaskan bahwa pihak sekolah berupaya mencari solusi sementara dengan mengalihkan pembelajaran ke sistem daring. 
“Ini hanya sementara waktu saja selama belum ada tempat yang layak,” ujarnya, Sabtu (16/5). 
Mahfud menambahkan, pihaknya masih berusaha melakukan mediasi dengan Arofatin Nisa’, mantan bendahara sekaligus mantan ketua yayasan, yang mengklaim sebagai pemilik lahan.
Baca Juga: Dianggap Kontroversial, Pemerintah Tegaskan Tak Pernah Larang Nobar Film Pesta Babi
Menurut Mahfud, lahan sekolah seluas setengah hektar awalnya dihibahkan oleh H Muzakki kepada Yayasan Kunci Ilmu. 
Namun, sertifikat tanah yang semula atas nama pemilik pertama, H Tohir, mendadak berganti atas nama Arofatin Nisa’ pada tahun 2014 tanpa sepengetahuan yayasan. 
“Perubahan nama tanpa sepengetahuan Yayasan Kunci Ilmu. Padahal seharusnya atas nama yayasan,” jelasnya.
Baca Juga: MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan S2 untuk Caleg, Ini Pertimbangan Lengkapnya
Mahfud menuturkan bahwa sejak penyegelan dilakukan, pihak sekolah kesulitan masuk ke gedung. 
“Keesokan hari disegel kami sudah melobi ibu Arofatin Nisa’ agar pintu dibuka. Tapi sampai hari ini belum dibuka,” katanya. 
Ia menegaskan bahwa sekolah yang berdiri sejak 2011 kini terancam tidak bisa melanjutkan kegiatan belajar mengajar secara normal.
Baca Juga: 300 Peserta Ikuti Kejurnas Kyokushin Karate di Surabaya
Di sisi lain, Arofatin Nisa’ menyatakan bahwa lahan tersebut adalah miliknya dan sudah dijual. “Tanah itu sudah terjual karena memang milik saya,” ujarnya. 
Ia menambahkan bahwa penyegelan dilakukan setelah dua kali somasi dikirim ke pihak sekolah. 
“Sebelum disegel sudah dua kali somasi. Pertama diberi waktu satu bulan, somasi kedua tiga hari,” katanya. (kmp/nur)
Editor : Nurista Purnamasari
#SMK Kesehatan #Sekolah Disegel #pembelajaran daring #pamekasan #sengketa lahan