Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Serapan Gabah Tinggi, Bulog Jatim Terus Perluas Kapasitas Penyimpanan

Mus Purmadani • Rabu, 13 Mei 2026 | 18:18 WIB
DIPERLUAS: Pimpinan Wilayah Bulog Jatim, Langgeng Wisnu Adinugroho (kanan) menunjukkan kapasitas penyimpanan gabah miliknya ke Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.(dua dari kiri).(IST/RADAR SURABAYA)
DIPERLUAS: Pimpinan Wilayah Bulog Jatim, Langgeng Wisnu Adinugroho (kanan) menunjukkan kapasitas penyimpanan gabah miliknya ke Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.(dua dari kiri).(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Perum Bulog Wilayah Jawa Timur terus menambah kapasitas penyimpanan guna mengantisipasi lonjakan stok pangan selama musim panen. Hingga saat ini, Bulog Jatim telah menyewa 223 unit gudang tambahan yang tersebar di berbagai daerah dengan total kapasitas mencapai 650 ribu ton.

Pimpinan Wilayah Bulog Jatim, Langgeng Wisnu Adinugroho, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh hasil serapan gabah dan beras petani dapat tertampung dengan baik.

“Secara Jawa Timur kita sudah menyewa 190 komplek pergudangan. Kalau unitnya sudah 223 unit gudang se-Jawa Timur dan itu kapasitas totalnya 650 ribu ton,” ujar Langgeng usai kegiatan Forum General Discuss (FGD) bertema Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan untuk Cadangan Pangan Pemerintah di Gudang Bulog Jatim Komplek Pergudangan Romokalisari, Surabaya, Rabu (13/5).

Baca Juga: Dinas Perkebunan Jatim Gelar Pelatihan Teknis Kualitas Bahan Baku untuk Tingkatkan Daya Saing Komoditas Perkebunan

Menurutnya, tingkat keterisian gudang sewaan saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Apabila serapan gabah dan beras masih tinggi selama masa panen, Bulog siap kembali menambah gudang sewa. “Kalau panen masih banyak, kita akan menyewa lagi,” katanya.

Langgeng menjelaskan, total kapasitas gudang Bulog Jatim, baik milik sendiri maupun sewaan, kini mencapai sekitar 1,7 juta ton. Sementara stok pangan yang dikuasai Bulog Jatim saat ini telah berada di angka 1,3 juta ton. “Kapasitas punya kita sendiri sekitar 1,1 juta ton. Jadi total dengan sewa sekitar 1,7 juta ton. Untuk stok per hari ini di Jawa Timur sekitar 1,3 juta ton,” jelasnya. 

Baca Juga: Wamendagri Minta Kepala Daerah Aktif Turun ke Lapangan Kendalikan Inflasi, Jatim Dinilai Jadi Penopang Pangan Nasional

Tak hanya beras, Bulog Jatim juga memiliki stok jagung sekitar 58 ribu ton. Stok tersebut mulai disalurkan melalui program SPHP jagung untuk membantu peternak ayam menjaga stabilitas harga pakan. “Jagung kita ada sekitar 58 ribu ton dan mulai Sabtu kemarin SPHP jagung sudah digelontorkan untuk peternak-peternak ayam,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menyebut stok beras nasional saat ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka. Berdasarkan data terbaru, stok beras nasional telah mencapai 5,3 juta ton dan diperkirakan meningkat menjadi 5,5 juta ton pada akhir bulan.

Baca Juga: Memprihatinkan, Kali Tebu Surabaya Panen Popok 

“Alhamdulillah hari ini kita mencapai stok tertinggi dalam sejarah yaitu 5,3 juta ton. Mudah-mudahan akhir bulan bisa mencapai 5,5 juta ton. Dan ini adalah tertinggi selama Republik ini merdeka,” ujar Amran.

Ia menilai peningkatan stok pangan tersebut turut berdampak pada kesejahteraan petani. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Nilai Tukar Petani (NTP) disebut menjadi yang tertinggi dalam 33 tahun terakhir. “Kita lihat sekarang, kesejahteraan petani meningkat, NTP-nya tertinggi selama 33 tahun itu sesuai data BPS,” lanjutnya.

Baca Juga: Gara-Gara Sinkhole, Ribuan Warga di Limapuluh Kota Sumatera Barat Terisolasi 

Selain itu, Amran mengungkapkan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian juga mengalami kenaikan signifikan menjadi 5,7 persen pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Amran menegaskan seluruh capaian tersebut didasarkan pada data resmi dari BPS, Food and Agriculture Organization (FAO), hingga pemerintah Amerika Serikat. Menurutnya, produksi beras nasional saat ini berada di kisaran 34,6 juta ton dengan surplus sekitar 4 juta ton.

Baca Juga: Gubernur Lemhannas TB Ace Hasan Apresiasi Capaian Jatim Jadi Role Model Penguatan SDM dan Ketahanan Pangan Nasional

Ia juga menyoroti kondisi pangan global yang tengah mengalami tekanan akibat krisis energi dan pupuk. Namun, Indonesia disebut tetap berada dalam posisi aman, bahkan mampu mengekspor pupuk ke Australia dan menerima permintaan impor beras dari Malaysia.

“Di saat pupuk langka di tingkat dunia, Indonesia menurunkan harga 20 persen dan itu tidak pernah terjadi selama Republik ini berdiri,” pungkasnya. (mus/gun)

Editor : Guntur Irianto
#menteri pertanian #harga #bulog jatim #gabah #penyimpanan