Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dana MBG Mulai Dicairkan ke SPPG, Wagub Jatim Sebut Ada Kendala Administratif

Mus Purmadani • Senin, 11 Mei 2026 | 16:16 WIB
PENJELASAN: Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak, sebut dana MBG mulai dicairkan ke SPPG. (IST/RADAR SURABAYA)
PENJELASAN: Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak, sebut dana MBG mulai dicairkan ke SPPG. (IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak memastikan pembayaran kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sebelumnya mengalami keterlambatan dana MBG kini mulai dicairkan. 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) guna menyelesaikan berbagai hambatan administratif yang sempat menghambat proses pencairan dana tersebut.

“Sudah mulai dibayarkan sejak hari itu. Memang ada beberapa kendala administratif yang menyebabkan pencairan belum bisa dilakukan sebelumnya,” ujar Emil, Senin (11/5). 

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Penipuan Jual Beli Mobil Online, Ngaku Omzet hingga Miliaran Rupiah

Menurutnya, proses pencairan saat ini telah dilakukan melalui mekanisme virtual account masing-masing SPPG sehingga distribusi pembayaran dapat berjalan lebih cepat dan transparan. Emil menegaskan, persoalan administratif tersebut tidak hanya terjadi di Surabaya, tetapi juga dialami sejumlah daerah lain di Jawa Timur.

Ia menambahkan, pemerintah terus melakukan evaluasi agar proses pembayaran berikutnya dapat berjalan lebih lancar tanpa hambatan teknis yang berulang. Langkah percepatan ini diharapkan mampu mendukung operasional SPPG dalam menjalankan program pelayanan gizi masyarakat.

Baca Juga: Jalan Kali Tebu Surabaya Rampung Diaspal, Pemkot Fokus Tambah Fasilitas dan Cegah Balap Liar

Sebelumnya, diketahui pesan berantai terkait ancaman penghentian operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya mendadak ramai beredar di berbagai grup WhatsApp (WAG), Kamis (8/5). Dalam pesan tersebut disebutkan sejumlah dapur mengalami kendala karena dana dari pemerintah pusat belum cair. 

Isi pesan itu bahkan menyebut seluruh dapur di Surabaya terancam berhenti sementara apabila pencairan anggaran belum dilakukan dalam waktu dekat. 

Baca Juga: Sosok Satpam yang Ditemukan Tewas di Pos Sukomanunggal Jaya Surabaya, Dikenal Baik dan Sopan

Menanggapi informasi itu, Emil Elestianto Dardak segera melakukan koordinasi dan pengecekan langsung kepada pihak Badan Gizi Nasional (BGN). Hasilnya, Emil memastikan persoalan pencairan dana memang terjadi di sejumlah dapur, namun tidak seluruh dapur di Surabaya mengalami kondisi serupa seperti yang disebut dalam pesan berantai.

Mantan Bupati Trenggalek itu menjelaskan, kendala pencairan dana juga tidak hanya terjadi di Surabaya. Beberapa daerah lain disebut mengalami persoalan administratif serupa dalam proses pencairan anggaran operasional.

Baca Juga: Tren Jual-Beli Barang Branded di Surabaya Kian Meningkat

Emil juga membenarkan bahwa BGN menginstruksikan seluruh SPPG meningkatkan penggunaan telur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan tersebut mendorong peningkatan penggunaan telur sebagai salah satu menu utama guna membantu menyerap hasil produksi peternak ayam petelur yang mengeluh harga anjlok. 

"Kebijakan ini merupakan tindak lanjut atas aspirasi peternak ayam petelur di Magetan yang mengeluhkan harga telur yang dinilai belum memberikan keuntungan optimal, sementara biaya pakan ternak terus mengalami kenaikan," katanya. 

Baca Juga: Pendaki yang Jadi Korban Erupsi Gunung Dukono Ternyata Masuk Secara Ilegal, Pendakian Sudah Ditutup Sejak 17 April

Pemerintah, lanjut Emil, telah menyiapkan dua langkah strategis untuk membantu para peternak. Dari sisi permintaan, program MBG didorong meningkatkan penggunaan telur agar dapat menopang stabilitas harga telur nasional. Sedangkan dari sisi pasokan, pemerintah memastikan kestabilan harga jagung sebagai bahan utama pakan ternak.

“Bulog dan Dinas Peternakan sudah berkoordinasi untuk kuota sekitar 52 ribu ton. Harapannya harga pakan tetap terkendali sehingga margin peternak ayam petelur bisa terjaga,” pungkasnya. (mus/gun)

Editor : Guntur Irianto
#dana mbg #mbg surabaya #berita mbg terbaru #MBG Jawa Timur #SPPG