RADAR SURABAYA – Pesan berantai terkait ancaman penghentian operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya mendadak ramai beredar di berbagai grup WhatsApp (WAG), Kamis (8/5). Dalam pesan tersebut disebutkan sejumlah dapur mengalami kendala karena dana dari pemerintah pusat belum cair. Ini membuat Wagub Jatim turun tangan.
Isi pesan itu bahkan menyebut seluruh dapur di Surabaya terancam berhenti sementara apabila pencairan anggaran belum dilakukan dalam waktu dekat.
“Sedang terjadi kendala di seluruh dapur di Surabaya bahwa dana dari pemerintah tidak cair. Jika belum cair maka kami terpaksa harus berhenti operasional dahulu sampai dana dari pusat cair,” demikian sunyi pesan yang beredar luas di WAG.
Baca Juga: Produksi Padi Jatim Januari–Juni 2026 Diprediksi Tembus 6,62 Juta Ton, Naik 5 Persen
Kabar tersebut langsung memicu kekhawatiran, mengingat program MBG menjadi salah satu program prioritas pemerintah yang menyasar pelajar dan kelompok penerima manfaat lainnya.
Penjelasan Wagub Jatim
Menanggapi informasi itu, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak segera melakukan koordinasi dan pengecekan langsung kepada pihak Badan Gizi Nasional (BGN). Hasilnya, Emil memastikan persoalan pencairan dana memang terjadi di sejumlah dapur, namun tidak seluruh dapur di Surabaya mengalami kondisi serupa seperti yang disebut dalam pesan berantai. “Barusan saya cek ke BGN, tidak semua dapur mengalami masalah tersebut,” ujar Emil, Jumat (8/5).
Mantan Bupati Trenggalek itu menjelaskan, kendala pencairan dana juga tidak hanya terjadi di Surabaya. Beberapa daerah lain disebut mengalami persoalan administratif serupa dalam proses pencairan anggaran operasional.
Baca Juga: Festival Rujak Uleg 2026 Kian Meriah, Disulap Jadi Pesta Budaya Rasa Stadion
Meski demikian, Emil memastikan proses pencairan saat ini sudah mulai berjalan dan tengah diproses oleh pihak terkait. “Menurut PPK dari BGN, sudah mulai diproses pencairannya,” katannya.
Emil menerangkan bahwa mekanisme pencairan dana dilakukan melalui virtual account masing-masing pengelola dapur. Karena itu, proses administrasi dan verifikasi menjadi bagian penting sebelum dana benar-benar masuk ke rekening pengelola.
Baca Juga: Diduga Lupa Matikan Kompor, Gudang Proyek di Menganti Surabaya Ludes Terbakar
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim), lanjut Emil, terus memantau perkembangan tersebut agar tidak sampai mengganggu pelayanan program MBG di lapangan. Pemprov juga memastikan koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan untuk mempercepat penyelesaian persoalan pencairan dana.
“Kami terus monitor supaya layanan tetap berjalan dan operasional dapur tidak terganggu,” tegasnya.
Hingga saat ini belum ada penjelasan resmi terkait berapa jumlah dapur yang terdampak keterlambatan pencairan dana maupun apakah sudah ada dapur yang benar-benar menghentikan operasional sementara.
Namun, beredarnya pesan tersebut menunjukkan adanya kekhawatiran di tingkat pelaksana terkait keberlanjutan operasional dapur MBG apabila pencairan anggaran tidak segera terealisasi.
Baca Juga: Ini Kata Polisi Terkait Penemuan Tulang Manusia di Semak-Semak Sememi Kidul Surabaya
Program MBG sendiri selama ini menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan dan kesehatan anak-anak sekolah. Karena itu, keterlambatan pencairan dana dinilai berpotensi memengaruhi kelancaran distribusi makanan di lapangan apabila tidak segera diselesaikan.(mus/gun)
Editor : Guntur Irianto