RADAR SURABAYA - Dua orang begal sadis yang merampas motor dan membacok korban seorang mahasiswi, AED, 23, pendaki perempuan asal Buduran, Sidoarjo, di Jalan Desa Ngembal, Tutur, Pasuruan, ditangkap. Satu orang pelaku terpaksa ditembak kaki kanannya karena berusaha kabur dan melawan saat ditangkap. Tersangka berinisial SAS, 25, dan JF, 19, warga Desa Ngembal, Tutur, Pasuruan.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur melalui Panit 1 Unit III Subdit Jatanras Iptu Ario Senopati Joyonegoro mengatakan, Tim Jatanras berhasil menangkap dua pelaku pencurian dengan kekerasan terhadap dua korban wanita yang hendak liburan ke Bukit Premium Tosari Pasuruan di jalan Desa Ngembal, Tutur, Pasuruan, depan wisata Bakti Alam, Sabtu (2/5).
Penangkapan tersebut dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan selama dua hari. Polisi mengidentifikasi pelaku dan berhasil menangkap pelaku JF di Burneh Bangkalan, Senin (4/5) ini hari.
Baca Juga: Polda Jatim Musnahkan 22, 2 Kilogram Kokain yang Ditemukan di Pantai Sumenep
Setelah dilakukan pengembangan di Dusun Kemangi, Ngembal Tutur polisi berhasil menangkap tersangka SAS di rumahnya. Saat hendak ditangkap tersangka sembunyi di belakang rumah dan berusaha kabur.
Dari hasil pemeriksaan terungkap, modus tersangka menunggu korbanya dua kali. Awalnya pelaku mengincar korban pertama dan kedua namun gagal.
Baca Juga: Kecelakaan Adu Banteng Motor Tabrak Mobil di Ngagel Surabaya, Warga Dinoyo Meninggal
Akhirnya, korban ketiga dua orang wanita yang berboncengan mengendarai motor Honda Scoopy warna hijau melintas dan langsung dibegal.
"Sepeda motornya berhasil mereka ambil paksa, atau mereka rampas. Mereka kabur sempat membacok (korban). Jadi, korban perempuan ini ada luka bacok di 18 jahitan di bahu sebelah kiri," terangnya, Senin (4/5).
Baca Juga: Bukan Hanya Akademik, Penghafal Kitab Suci Kini Bisa Masuk ITS Lewat Jalur SMITS FLAT
Selain menangkap tersangka, polisi juga menemukan motor Honda Scoopy milik korban. Tak hanya itu. Polisi juga menemukan celurit yang digunakan membacok korbannya yang sempat dibuang dan motor sarana Honda Beat.
"Pada kejadian Sabtu (2/5) kemarin untuk peran dari SAS dia sebagai eksekutor dan pembacoknya. Untuk JF dia sebagai joki," tegasnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto