SIDOARJO – Aksi dua bocah perempuan menghadang Commuter Line Jenggala di jalur rel lintas Sidoarjo–Tulangan, Jawa Timur, viral di media sosial. Video kejadian tersebut memperlihatkan salah satu anak berdiri di atas rel saat kereta melaju. Peristiwa ini terjadi di perlintasan sebidang JPL 09 pada Jumat, 26 Desember 2025.
Dalam rekaman yang beredar, bocah perempuan itu tampak mengangkat kedua tangan ketika kereta mendekat. Jarak antara kereta dan anak tersebut terlihat sangat dekat sehingga memicu kekhawatiran warganet. Aksi tersebut dinilai sangat berbahaya karena berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.
Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut insiden terjadi sekitar pukul 17.20 WIB. “Informasi dalam video itu benar. Kejadian berlangsung pada Jumat, 26 Desember 2025 sekitar pukul 17.20 WIB di lintas Sidoarjo–Tulangan,” ujar Mahendro.
Baca Juga: KAI Sukses Uji Coba Bahan Bakar Biodiesel B50 pada KA Sembrani di Surabaya
Ia menjelaskan, jarak antara kereta dengan bocah tersebut diperkirakan kurang dari lima meter. Beruntung, anak itu segera menepi sehingga terhindar dari kecelakaan. Kondisi ini membuat perjalanan kereta tetap dapat dilanjutkan tanpa insiden lebih lanjut.
Berdasarkan hasil penelusuran, bocah perempuan tersebut masih berusia di bawah umur. Menurut pengakuannya, aksi nekat itu dilakukan hanya untuk bercanda. “Pengakuannya hanya bercanda, iseng saja. Karena masih anak-anak, yang bersangkutan belum memahami bahwa tindakan tersebut sangat berbahaya,” katanya.
Baca Juga: KAI Siapkan Kompensasi Penuh untuk Korban Kecelakaan KA di Bekasi, 240 Penumpang Selamat
Meski aksi tersebut membahayakan keselamatan perjalanan kereta, PT Kereta Api Indonesia tidak menempuh jalur hukum. Perusahaan memilih langkah persuasif dengan memberikan pembinaan kepada keluarga dan warga sekitar. “Kami lebih mengedepankan edukasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tambahnya.
PT KAI mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di sekitar jalur rel. Selain membahayakan diri sendiri, tindakan tersebut juga dapat mengganggu keselamatan perjalanan kereta api. Edukasi keselamatan diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (btl/fir)
Editor : M Firman Syah