Sejarah Jembatan Cangar: Dari Jalur Perang Jepang hingga Jadi Akses Vital Mojokerto–Batu
Nurista Purnamasari• Senin, 4 Mei 2026 | 09:29 WIB
Jembatan Cangar yang menjadi penghubung Batu–Mojokerto dahulu menjadi jalur perang di era penjajahan Jepang. (Mus Purmadani/Radar Surabaya)RADAR SURABAYA - Jembatan Cangar, yang terletak di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, merupakan salah satu jalur penting yang menghubungkan Kota Batu dengan Kabupaten Mojokerto. Berada di ketinggian sekitar 1.200 mdpl di kawasan Tahura Raden Soerjo, jembatan ini melintasi sungai deras dari lereng Gunung Welirang. Selain menjadi jalur alternatif wisata menuju Pacet, Jembatan Cangar juga menyimpan sejarah panjang sejak masa kolonial dan cerita mistis yang membuatnya dikenal luas.Baca Juga: Mendunia! Lagu Tabola Bale Masuk Nominasi Music Awards Japan 2026
Sejarah Pembangunan
Awalnya, kawasan Cangar hanyalah jalan setapak yang dibuka oleh tentara Jepang pada 1940-an. Jalur ini digunakan sebagai rute pintas di tengah hutan untuk mobilisasi pasukan, karena jalur utama melalui Sidoarjo dianggap terlalu jauh. Pada masa itu, masyarakat pribumi difungsikan sebagai porter untuk membawa logistik tentara.Baca Juga: Cegah Tragedi Bunuh Diri Berulang, Bakal Ada Pos Pantau di Jembatan Cangar Selain jalur darat, tentara Jepang juga membangun gua-gua di sekitar Cangar yang digunakan sebagai tempat penyimpanan perbekalan dan harta rampasan perang. Setelah Jepang, jalur ini kembali dimanfaatkan pada masa Agresi Militer Belanda I, menjadikan Cangar sebagai bagian dari sistem logistik perang.
Kondisi Era Kolonial dan Perkembangan
Pada era kolonial, jalur Cangar masih berupa jalan sempit yang hanya bisa dilalui pejalan kaki dan gerobak. Baca Juga: Draf Raperda Olahraga Jatim Bertentangan dengan Undang-undang, Peran KONI DihilangkanBaru pada 1980-an, jembatan permanen dibangun dengan tenaga manusia dan alat berat sederhana.Kini, Jembatan Cangar menjadi jalur vital penghubung Batu–Pacet, sekaligus rute wisata menuju Coban Cangar dan kawasan pegunungan Arjuno–Welirang.Sejarah Jembatan Cangar mencerminkan perpaduan antara kepentingan militer kolonial, pembangunan infrastruktur, dan narasi budaya masyarakat. Baca Juga: Vinicius Junior Tunda Pesta Juara Barcelona, Real Madrid Kalahkan Espanyol 2-0Dari jalur perang Jepang hingga jalur vital wisata Batu–Pacet, jembatan ini tetap menyimpan memori kolektif yang kuat. (nur) Editor : Nurista Purnamasari