RADAR SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong para peternak di Jawa Timur untuk meningkatkan kualitas ternak guna menembus pasar global, terutama menjelang momentum Idul Adha.
Dorongan tersebut disampaikan saat Khofifah meninjau peternakan Berkah Wafa Farm di Kabupaten Mojokerto, Minggu (3/5).
Ia menegaskan bahwa peluang ekspor daging dari Jawa Timur terbuka lebar, khususnya ke negara-negara Timur Tengah dan Asia Tenggara.
Khofifah mengungkapkan, dirinya telah bertemu dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia yang menyampaikan tingginya kebutuhan impor daging di negaranya, yang selama ini dipasok dari Brasil dan Australia.
“Saya sampaikan bahwa Jawa Timur siap menyuplai daging kambing, domba, dan sapi. Persyaratan yang diminta juga insya Allah bisa kita penuhi,” ujar Khofifah.
Ia menambahkan, pihak Kedutaan Besar Arab Saudi berencana mengunjungi Jawa Timur usai musim haji untuk meninjau langsung kesiapan fasilitas Rumah Potong Hewan (RPH) halal.
Selain itu, peluang ekspor juga diperkuat melalui misi dagang Jawa Timur ke Malaysia yang berhasil menjalin kerja sama perdagangan kambing dan domba.
“Pasar kita sangat besar, baik dalam negeri maupun luar negeri. Ini menjadi kabar baik dan harapan baru bagi para peternak,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Khofifah juga meninjau berbagai ternak unggulan milik peternak lokal, mulai dari sapi Peranakan Ongole (PO), Limousin, Simental, Red Brahman, Belgian Blue, hingga unta.
Bahkan, ia membeli sapi Belgian Blue untuk dijadikan hewan kurban pada Idul Adha tahun ini.
“Saya sangat senang melihat sapi Belgian Blue. Ini obsesi lama saya, dan sekarang sudah bisa dikembangkan melalui teknologi persilangan dengan indukan lokal,” ujarnya.
Khofifah menjelaskan bahwa pengembangan sapi Belgian Blue di Indonesia dilakukan melalui teknologi embrio transfer (TE) dan inseminasi buatan.
Baca Juga: Haji 2026: Klinik Embarkasi Surabaya Diserbu Jemaah Haji, Hipertensi Jadi Keluhan Terbanyak
Hasil persilangan tersebut menghasilkan pedet unggulan dengan karakter double muscle atau otot ganda.
Karakter ini membuat sapi memiliki massa otot lebih besar, persentase karkas lebih tinggi, lemak lebih rendah, serta pertumbuhan yang lebih cepat dan nilai ekonomis yang tinggi.
Menurutnya, inovasi ini tidak hanya meningkatkan keuntungan peternak, tetapi juga memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat dalam memilih hewan kurban saat Idul Adha.
Terkait kebutuhan Idul Adha 1447 Hijriah, Khofifah memastikan ketersediaan hewan kurban di Jawa Timur dalam kondisi aman, sehat, dan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Mojokerto, populasi ternak terdiri atas 36.818 ekor sapi potong, 37.034 ekor kambing, 14.956 ekor domba, dan 80 ekor kerbau.
“Kita mengalami surplus sapi, kambing, dan domba. Artinya, Jawa Timur tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga bisa menyuplai ke luar daerah,” ujarnya.
Khofifah menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan seluruh hewan kurban memenuhi syarat kesehatan dan ketentuan syariah, sehingga aman untuk masyarakat.(mus)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan