RADAR SURABAYA - Beberapa gunung di Jawa Timur dan di berbagai daerah di Indonesia mulai membuka pendakian setelah beberapa bulan ditutup.
Salah satunya yakni Gunung Arjuno-Welirang yang akan mulai dibuka pada 7 Mei 2026.
Setelah enam bulan ditutup akibat cuaca ekstrem dan pemulihan ekosistem, jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang di Jawa Timur akan kembali dibuka.
Baca Juga: Miris! Diduga Dianiaya Orang Tuanya, Bayi 3 Minggu di Deli Serdang Meninggal
Antusiasme pendaki diperkirakan tinggi karena gunung ini termasuk destinasi favorit dengan jalur menantang dan panorama alam yang memikat.
Pemerintah melalui UPT Tahura Raden Soerjo menekankan bahwa pembukaan kali ini disertai aturan ketat, termasuk registrasi online dan kewajiban menjaga kelestarian lingkungan.
Registrasi dan Kuota Pendakian
Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat UPT Tahura Raden Soerjo, Ajat Sudrajat, menjelaskan bahwa registrasi pendakian dibuka sehari sebelumnya, yakni 6 Mei 2026, melalui laman resmi tahurarsoerjo.dishut.jatimprov.go.id/sipenerang.
Baca Juga: Gunung Argopuro Dibuka Kembali, Kuota Pendakian Dibatasi
“Pembukaan pendakian dilaksanakan pada 7 Mei, tetapi registrasi mulai 6 Mei dan dilakukan secara online,” ujarnya, Jumat (1/5).
Kuota pendakian harian ditetapkan antara 500 hingga 550 orang. Empat pos masuk yang tersedia adalah Lawang (Kabupaten Malang), Sumber Brantas (Kota Batu), Tretes, dan Tambaksari (Kabupaten Pasuruan).
Setiap pendaki wajib memenuhi persyaratan administrasi, antara lain membawa KTP, surat izin orang tua bagi pendaki berusia 10–18 tahun, serta surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan resmi.
Baca Juga: Geser Ronaldo dan Messi, V BTS Catat Rekor Influencer Global di Instagram dan TikTok
Selain itu, pendaki diwajibkan mematuhi standar operasional prosedur pendakian, khususnya terkait kelestarian lingkungan.
Ajat menegaskan bahwa setiap logistik yang dibawa harus kembali turun dalam jumlah yang sama.
“Kalau misalnya membawa empat botol minuman, maka turunnya harus tetap empat botol. Jangan sampai ada yang membuang sampah sembarangan,” tegasnya.
Pembukaan jalur pendakian dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi cuaca terkini dan pemulihan ekosistem.
Baca Juga: Kado HJKS Ke-733: Harga Tiket Wisata Surabaya Cuma Rp 733
Penutupan sejak November 2025 dilakukan untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem sekaligus memberi waktu bagi lingkungan untuk pulih. (ant/nur)
Editor : Nurista Purnamasari