RADAR SURABAYA - Setelah enam bulan ditutup akibat cuaca ekstrem, Gunung Argopuro di Jawa Timur kembali dibuka untuk aktivitas pendakian mulai Jumat (1/5).
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur mengingatkan para pendaki agar mempersiapkan diri dengan baik, terutama terkait kondisi kesehatan jasmani dan rohani.
Kepala BKSDA Jawa Timur, Nur Patria, menegaskan bahwa surat keterangan sehat dari medis tidak cukup jika kondisi tubuh pendaki belum benar-benar fit.
Baca Juga: Polda Jatim Siapkan Pengamanan Maksimal May Day di Surabaya, Ini Rute dan Tuntutan Buruh saat Demo
“Kami batasi pendakian sehari 200 orang, dan kami mengimbau bagi pendaki tidak hanya normatif membawa surat sehat namun harus benar-benar sehat,” ujarnya dikutip dari Kompas.com, Kamis (30/4).
Nur Patria menekankan bahwa keselamatan pendaki menjadi prioritas utama, sehingga lebih baik menunda pendakian jika kondisi fisik belum maksimal.
Gunung Argopuro ditutup sejak 1 Desember 2025 karena cuaca ekstrem yang berlangsung selama empat bulan terakhir. Jalur pendakian baru dibuka kembali pada 1 Mei 2026 setelah kondisi dinilai aman.
Baca Juga: Kabar Gembira Bagi Pendaki, Pendakian Gunung Semeru Sudah Dibuka
“Kami tutup itu 1 Desember 2025 dan kami buka kembali 1 Mei 2026, genap enam bulan kami tutup,” jelas Nur Patria.
Pendakian Gunung Argopuro dibuka melalui jalur Desa Baderan, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo hingga Desa Bremi, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo. Jalur ini memiliki panjang sekitar 40–60 kilometer.
“Alhamdulillah jalurnya sudah resmi lintas, jalur pendakian ini aman dari hewan satwa, tenang ada sendiri jalur satwa dan jalur pendakian,” tambah Nur Patria. (kmp/nur)
Editor : Nurista Purnamasari