RADAR SURABAYA – Sekretaris DPRD Jawa Timur (Jatim) Mochamad Ali Kuncoro, mulai menerapkan langkah-langkah konkret dalam mendukung kebijakan efisiensi anggaran di lingkungan Sekretariat DPRD Jatim. Upaya tersebut bahkan telah ia gagas jauh sebelum kebijakan efisiensi digaungkan secara luas.
Ali Kuncoro mengungkapkan, setiap hari Senin dirinya rutin memberikan arahan, penekanan, serta wawasan kepada jajaran sekretariat untuk membangun kesadaran bersama terkait pentingnya penghematan. Salah satu langkah yang dianjurkan adalah meminta pegawai yang berdomisili di luar Surabaya untuk memanfaatkan fasilitas kantor sebagai tempat bermalam.
“Saya sudah lama menyampaikan kepada teman-teman yang rumahnya di luar kota Surabaya untuk bisa bermalam di kantor. Tujuannya jelas, untuk menekan biaya harian seperti bahan bakar minyak (BBM),” ujarnya, Rabu (29/4).
Baca Juga: Dua Pria Ditangkap Curi Kabel Telepon di Menganti Wiyung Surabaya
Ia juga menginstruksikan agar disiapkan ruangan yang layak untuk beristirahat, dengan tetap memperhatikan efisiensi penggunaan energi listrik dan air. Tak hanya itu, bagi pegawai yang tinggal di sekitar Surabaya, Ali Kuncoro mendorong penggunaan transportasi umum sebagai moda utama menuju tempat kerja. Bahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengeluarkan surat edaran resmi yang mewajibkan penggunaan transportasi massal pada hari tertentu.
“Kalau sebelumnya sifatnya masih anjuran, ke depan akan kami buatkan edaran resmi. Mungkin hari Jumat kita tetapkan semua pegawai menggunakan transportasi umum. Bahkan kalau dekat, bisa kembali ke kebiasaan lama, berangkat kerja dengan sepeda,” jelasnya.
Baca Juga: Terjebak Gang Buntu, Maling Motor Bersarung Babak Belur Dimassa di Jalan Simorejo Sari Surabaya
Lebih lanjut, Ali Kuncoro juga mulai menggagas gerakan kemandirian pangan di lingkungan Gedung DPRD Jatim sebagai respon terhadap kondisi ketidakpastian ekonomi global. Ia menilai, isu ketahanan pangan akan menjadi perhatian utama masyarakat ke depan.
“Kalau kondisi seperti ini terus berlanjut, orang tidak lagi peduli hal lain. Yang penting adalah makan. Ini yang harus kita siapkan,” tegasnya.
Baca Juga: KPK Dalami Korupsi Besar di Lamongan, PPK hingga Direktur Diperiksa
Sebagai langkah awal, ia telah memulai program hidroponik dan budidaya ikan lele di lingkungan kantor. Bahkan, hasil panen lele tersebut sempat dibagikan kepada para perempuan dari berbagai profesi saat peringatan Hari Kartini.
Ke depan, program tersebut akan diperluas dengan penanaman berbagai komoditas sederhana seperti kangkung dan cabai yang dapat dimanfaatkan oleh pegawai maupun masyarakat sekitar.
“Ini bagian dari upaya menstimulus pola pikir teman-teman agar lebih mandiri. Kalau kebutuhan dasar terpenuhi, minimal bisa membantu lingkungan sekitar,” tambahnya.
Menurutnya, langkah-langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden yang menekankan pentingnya kesiapan menghadapi kondisi mode survival di tengah ketidakpastian ekonomi.
Ali Kuncoro berharap, gerakan efisiensi dan kemandirian ini tidak hanya menjadi kebijakan internal, tetapi juga mampu menjadi contoh bagi instansi lain dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan. (mus/gun)
Editor : Guntur Irianto