Cegah Tragedi Bunuh Diri Berulang, Bakal Ada Pos Pantau di Jembatan Cangar
Nurista Purnamasari• Rabu, 29 April 2026 | 12:24 WIB
Baliho peringatan dan layanan hotline yang dipasang di dekat Jembatan Cangar. (Kompas.com)RADAR SURABAYA - Tragedi bunuh diri yang terjadi dua kali dalam kurun waktu kurang dari satu bulan di Jembatan Cangar, Kota Batu, Jawa Timur, membuat pemerintah daerah mengambil langkah serius. Kawasan yang dikenal sebagai jalur wisata sekaligus area rawan kecelakaan itu kini menjadi fokus pengawasan baru. Pemkot Batu berencana menambah pos pantau terpadu dan memperkuat patroli rutin agar insiden serupa tidak kembali terjadi.Baca Juga: Terjadi Lagi! Pria Ditemukan Tewas Diduga Korban Pembunuhan di Wonokusumo Jaya Surabaya Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menegaskan bahwa pengawasan sudah dilakukan oleh Satpol PP bersama Dinas Perhubungan melalui patroli berkala. Namun, keterbatasan waktu dan jumlah personel membuat penjagaan tidak bisa berlangsung penuh sepanjang hari. “Satpol PP bersama Dinas Perhubungan sudah melakukan patroli rutin di kawasan tersebut. Namun memang petugas tidak bisa berada di lokasi selama 24 jam penuh,” ujar Heli dikutip dari Kompas.com, Rabu (29/4).Baca Juga: Terjadi Lagi! Pemuda Diduga Akhiri Hidup Terjun dari Jembatan CangarIa juga menyoroti kebiasaan pengendara yang berhenti di atas jembatan untuk berswafoto atau menikmati pemandangan, bahkan membawa anak-anak. Menurutnya, perilaku tersebut sangat berisiko karena jembatan memiliki kontur curam dan angin kencang. “Mengenai pengendara yang berhenti untuk berswafoto, ini cukup berisiko, apalagi jika membawa anak-anak. Lokasi tersebut merupakan area rawan rem blong dan memiliki angin yang cukup kencang,” tambahnya.Baca Juga: Film Biografi “Michael” Pecahkan Rekor Dunia, Jadi Biopik Terlaris Sepanjang Masa
Rencana Pos Pantau dan Edukasi
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Batu tengah mengkaji penempatan petugas siaga di lokasi pada waktu tertentu, seperti akhir pekan atau jam padat wisata. Rencana ini akan diwujudkan melalui pos pantau terpadu yang berfungsi sebagai pusat pengawasan sekaligus edukasi keselamatan. “Ke depan, kami sedang mengkaji penempatan petugas yang lebih menetap atau standby melalui pos pantau terpadu, khususnya di jam-jam rawan,” jelas Heli.Baca Juga: Persebaya Bantai Arema FC 4-0, Sejumlah Warkop Gratiskan Kopi, Teh, dan Aneka MinumanSelain itu, pemerintah juga akan memperbanyak papan peringatan larangan berhenti di atas jembatan agar masyarakat lebih memahami risiko yang ada.Terkait rencana pembangunan pagar pengaman, hingga saat ini, sinkronisasi anggaran dan kajian teknis menjadi fokus utama dalam rencana pembangunan pagar pengaman di Jembatan Cangar. Heli mengatakan bahwa proses pembahasan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini tidak hanya soal penganggaran, tetapi juga menyangkut aspek teknis konstruksi yang harus diperhitungkan secara matang. Baca Juga: Mei 2026 Jadi Bulan dengan Libur Terbanyak, Simak DaftarnyaSebab menurutnya, penambahan pagar pembatas tidak bisa dilakukan sembarangan karena harus menyesuaikan dengan kekuatan dan desain awal jembatan. Oleh sebab itu, diperlukan kajian mendalam agar fungsi pengamanan dapat berjalan tanpa menimbulkan risiko baru.
Sebelumnya, dua kasus bunuh diri pemuda terjadi pada 31 Maret dan 23 April 2026.
Kedua peristiwa yang terjadi bahkan sebelum korban melakukan bunuh diri, sempat terekam kamera video pengendara yang lewat dan videonya viral di media sosial. (kmp/nur)