RADAR SURABAYA – Peran politik perempuan di era digital terus mengalami peningkatan signifikan.
Hal ini disampaikan Guru Besar Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur, Prof. Dr. Catur Suratnoaji, M.Si., dalam orasi ilmiah pengukuhan guru besar, Sabtu (25/4).
Menurutnya, perkembangan teknologi digital, khususnya media sosial, telah membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi perempuan dalam demokrasi Indonesia.
“Perempuan kini tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga aktor aktif dalam membangun percakapan publik di ruang digital,” ujarnya.
Baca Juga: Petra Runity 2026 Satukan Generasi dalam Semangat Sehat dan Harmoni
Media Sosial Dorong Partisipasi Politik Perempuan
Prof. Catur menjelaskan, media sosial berperan sebagai katalisator yang mempercepat keterlibatan perempuan dalam komunikasi politik.
Platform digital memungkinkan perempuan menyuarakan opini, membangun jejaring, serta ikut memengaruhi arah diskursus publik.
Fenomena ini menunjukkan adanya transformasi signifikan dalam peran perempuan, dari posisi pasif menjadi aktor strategis dalam pembentukan opini publik, terutama terkait isu kesejahteraan sosial seperti pendidikan, ekonomi, dan keluarga.
Ketimpangan Akses Masih Jadi Kendala
Meski demikian, peningkatan partisipasi tersebut belum merata. Prof. Catur menyoroti adanya ketimpangan geografis yang cukup tajam antara wilayah perkotaan dan daerah pinggiran.
Perempuan di kota besar cenderung lebih aktif karena didukung akses teknologi dan literasi digital yang memadai.
Sebaliknya, perempuan di daerah masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dan kemampuan digital.
“Demokrasi digital kita belum sepenuhnya inklusif, terutama bagi perempuan di wilayah pinggiran,” tegasnya.
Baca Juga: Liverpool vs Crystal Palace 3-1: Isak Bersinar, The Reds Tembus 4 Besar Premier League
Rekomendasi: Pemerataan Teknologi dan Literasi Digital
Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, ia merekomendasikan beberapa langkah strategis, antara lain: Pemerataan akses teknologi hingga ke daerah, Peningkatan literasi digital perempuan.
Penguatan pendidikan politik digital melalui kampus, komunitas, dan organisasi masyarakat
Langkah ini dinilai penting agar partisipasi politik perempuan dapat berkembang secara merata dan berkelanjutan.
Komitmen UPN Veteran Jatim Tingkatkan Kualitas SDM
Sementara itu, Rektor UPN Veteran Jawa Timur, Prof. Dr. Akhmad Fauzi, menegaskan bahwa pengukuhan guru besar merupakan
bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dosen, khususnya yang berstatus PPPK.
“Pengukuhan lima guru besar ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kapasitas akademik universitas. Saat ini kami telah memiliki total 39 guru besar,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya riset yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat.
“Riset ke depan harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” katanya.
Menurutnya, pencapaian sebagai guru besar merupakan awal baru untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan