Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Luncuran Awan Panas Capai 4,5 Kilometer

Nurista Purnamasari • Sabtu, 25 April 2026 | 05:22 WIB
Penampakan erupsi Gunung Semeru pada Jumat (24/4) malam. (ISTIMEWA)
Penampakan erupsi Gunung Semeru pada Jumat (24/4) malam. (ISTIMEWA)

RADAR SURABAYA - Gunung Semeru di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan erupsi yang terjadi pada Jumat (24/4) malam. Letusan disertai luncuran awan panas sejauh 4,5 kilometer dari puncak, memicu peringatan kewaspadaan dari pihak berwenang.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, melaporkan bahwa erupsi terjadi pada pukul 19.59 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut. 

“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi sekitar 4 menit 10 detik,” ujarnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya, Sabtu 25 April 2026: Siang Terik, Sore hingga Malam Berpotensi Hujan Ringan

Selain kolom abu, letusan juga diikuti awan panas yang meluncur hingga 4,5 km dari puncak.

Status Gunung dan Zona Bahaya

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Semeru pada level III (Siaga). 

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak.

Baca Juga: Kabar Gembira Bagi Pendaki, Pendakian Gunung Semeru Sudah Dibuka

Di luar radius tersebut, warga juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai karena berpotensi terlanda awan panas dan aliran lahar hingga 17 km dari puncak. 

“Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” tegas Yadi.

PVMBG mengingatkan adanya potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. 

Sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan juga berisiko terdampak.

“Kami mewanti-wanti masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi awan panas dan lahar, terutama saat hujan turun di sekitar puncak,” kata Yadi.

Sebelumnya, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) mengumumkan pembukaan kembali pendakian Gunung Semeru setelah lima bulan ditutup akibat erupsi.

Baca Juga: Gol Menit 90+4 Hancurkan Real Madrid, Barcelona Makin Nyaman di Puncak

Keputusan ini diumumkan melalui surat resmi yang ditandatangani oleh Kepala BBTNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, dan menjadi kabar gembira bagi para pecinta alam yang menantikan kembalinya aktivitas pendakian di gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut. 

Rudijanta menjelaskan bahwa pembukaan kembali jalur pendakian telah melalui koordinasi lintas pihak, termasuk evaluasi kondisi pasca-erupsi dan kesiapan jalur pendakian.  

 “Aktivitas pendakian Gunung Semeru dibuka kembali mulai tanggal 24 April 2026,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (22/4). 

Baca Juga: Dipanggil Timnas! Atlet Jatim Siap Guncang Hong Kong Open Woodball 2026

Namun, BBTNBTS menegaskan bahwa pendakian kali ini dibatasi hanya sampai Ranu Kumbolo, bukan hingga puncak Mahameru.  

Pembatasan ini dilakukan untuk menjaga keselamatan pendaki dan meminimalkan risiko di kawasan rawan bencana. “Batas akhir pendakian sampai Ranu Kumbolo,” kata Rudijanta. (net/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#lava guguran #gunung semeru erupsi #besuk kobokan #gunung semeru #lumajang