RADAR SURABAYA – Kebijakan baru pemerintah pusat melalui yang menghapus pembebasan pajak otomatis bagi kendaraan listrik mulai menuai respon di daerah. DPRD Jatim mendorong penerapan kebijakan yang lebih selektif dengan mengedepankan asas keadilan fiskal serta keberlanjutan ekosistem kendaraan ramah lingkungan.
Ketua Komisi C DPRD Jatim, Adam Rusydi mengusulkan agar pengenaan pajak kendaraan listrik difokuskan hanya pada mobil listrik, sementara motor listrik ditangguhkan terlebih dahulu. Menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan adanya ketimpangan, terutama pada kendaraan listrik berharga tinggi yang selama ini belum tersentuh pajak.
“Kami menemukan beberapa kasus mobil listrik mewah dengan harga sangat tinggi, tetapi belum dikenakan pajak. Ini perlu ada keadilan fiskal,” ujar politisi Partai Golkar tersebut, Rabu (24/4).
Baca Juga: Beli Voucher Parkir Suroboyo Lebih Mudah, Pemkot Surabaya Akan Gandeng Minimarket
Adam menilai, mayoritas pemilik mobil listrik berasal dari kalangan mampu dan kerap memiliki lebih dari satu kendaraan. Oleh karena itu, pengenaan pajak dinilai lebih tepat diarahkan pada segmen tersebut, tanpa mengganggu pertumbuhan kendaraan listrik roda dua yang masih dalam tahap berkembang.
“Kami mengusulkan lebih ditekankan pada mobil listrik saja. Untuk motor listrik, kami coba tangguhkan dulu agar tidak menghambat pertumbuhan pengguna,” jelasnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait besaran pajak yang akan diberlakukan. DPRD Jatim masih menunggu pembahasan bersama yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
“Secara pribadi kami belum membahas besaran tarif. Insya Allah minggu depan baru dijadwalkan rapat dengan Bapenda,” tambahnya.
Baca Juga: Jambret Ponsel, Dua Pria Dimassa di Kota Lama Surabaya, Motor Pelaku Terjun ke Sungai Kalimas
Di sisi lain, Adam juga mengungkapkan adanya masukan dari pelaku industri otomotif terkait dampak meningkatnya tren kendaraan listrik terhadap penjualan mobil berbahan bakar minyak (BBM). Meski penurunannya tidak signifikan, fenomena ini mulai dirasakan oleh pelaku usaha.
“Ini juga masukan dari asosiasi, ada sedikit penurunan penjualan kendaraan BBM akibat gempuran mobil listrik,” katanya.(mus/gun)
Editor : Guntur Irianto