RADAR SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bersama Confucius Institute Central China Normal University (CCNU) memperkuat peran
Confucius Institute sebagai pusat pembelajaran bahasa Mandarin dan pertukaran budaya internasional. Penguatan ini bertepatan dengan peringatan 15 tahun kerja sama strategis kedua institusi.
Momentum tersebut dibahas dalam rapat bersama yang digelar di Gedung Rektorat CCNU, Tiongkok.
Pertemuan ini menjadi ajang evaluasi capaian sekaligus langkah awal untuk memperluas kolaborasi akademik berskala global.
Rektor Unesa, Prof. Nurhasan, menyampaikan bahwa Confucius Institute di Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan dalam satu tahun terakhir.
Menurutnya, lembaga ini kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar bahasa Mandarin, tetapi juga sebagai pusat pertukaran budaya dan kerja sama akademik internasional.
“Program-program yang dijalankan tidak lagi sekadar formalitas, tetapi sudah memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di Jawa Timur,” ujarnya, Senin (20/4).
Ia menambahkan, berbagai kegiatan telah berhasil dilaksanakan, mulai dari pembelajaran bahasa di sejumlah institusi, festival budaya, hingga pelaksanaan ujian sertifikasi internasional seperti HSK.
Ke depan, Unesa menargetkan perluasan kerja sama ke berbagai bidang akademik unggulan lainnya.
“Kolaborasi ini diharapkan semakin konkret dan berkembang ke sektor strategis lainnya,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor CCNU, Wu Tong, menilai peringatan 15 tahun Confucius Institute di Unesa sebagai tonggak penting dalam hubungan pendidikan Indonesia–Tiongkok.
Baca Juga: Lagu Baru Aldi Taher “Warung Madura” Viral, Lirik Unik Jadi Daya Tarik
Ia mengungkapkan lima fokus utama pengembangan ke depan, yakni peningkatan kualitas pengajaran bahasa Mandarin, penguatan pertukaran budaya, penyelenggaraan ujian HSK, peningkatan pelatihan guru, serta perluasan jaringan kemitraan.
Sebagai langkah konkret, CCNU dan Unesa akan mengembangkan kurikulum baru, termasuk membuka mata kuliah bahasa Mandarin umum bagi mahasiswa lintas disiplin.
Selain itu, akan dibangun pusat pelatihan guru bahasa Mandarin di Jawa Timur yang berbasis di Unesa dan didukung sistem sertifikasi resmi dari Kementerian Pendidikan.
“Langkah ini tidak hanya meningkatkan kompetensi bahasa, tetapi juga memperkuat pemahaman lintas budaya serta daya saing lulusan di dunia kerja,” ujar Wu Tong.
Direktur Confucius Institute dari pihak Tiongkok, Zhu Li, menambahkan bahwa peringatan ini menjadi momentum untuk
memperkuat fondasi kerja sama jangka panjang. Ia memastikan realisasi anggaran 2025 berjalan sesuai rencana.
Untuk pengembangan ke depan, pihaknya mengusulkan pembangunan kantor baru serta renovasi ruang kegiatan guna mendukung proses pembelajaran dan aktivitas budaya.
Selain itu, optimalisasi fasilitas kampus seperti laboratorium bahasa juga menjadi prioritas agar lebih efisien dan menjangkau lebih banyak peserta.
“Pemanfaatan fasilitas secara bersama di lingkungan kampus akan meningkatkan efisiensi sekaligus dampak program,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas peningkatan kesejahteraan tenaga pengajar, khususnya guru relawan, termasuk aspek akomodasi dan kenyamanan kerja.
Baca Juga: Padukan Gaya Hidup Sehat Dengan Dunia Fashion, Melalui Surabaya Sport Fashion Festival 2026
Upaya ini dinilai penting untuk menjaga kualitas pembelajaran dan keberlanjutan program.
Selain itu, evaluasi struktur organisasi lembaga turut menjadi perhatian, termasuk wacana penempatan Confucius Institute di
bawah koordinasi langsung rektorat untuk mempercepat pengambilan kebijakan strategis.
Kerja sama ini dinilai strategis dalam menjawab kebutuhan tenaga kerja dengan kemampuan bahasa Mandarin yang terus meningkat di Indonesia.
Dengan dibukanya akses pembelajaran bagi mahasiswa lintas jurusan, diharapkan lulusan Unesa memiliki kompetensi tambahan yang relevan dengan kebutuhan pasar global.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan