RADAR SURABAYA – Penyelenggaraan ibadah haji 2026 menghadirkan kisah unik dari Jawa Timur.
Dua jemaah haji perempuan menjadi sorotan karena perbedaan usia yang mencolok, yakni jemaah tertua berusia 105 tahun dan termuda 14 tahun.
Jemaah haji tertua diketahui bernama Marsiyah, warga Kabupaten Kediri, yang lahir pada 1 Juli 1921.
Sementara itu, jemaah termuda adalah Novelia Madina Nur Hafifi, pelajar asal Kabupaten Bondowoso yang lahir pada 18 Desember 2012.
Keduanya tergabung dalam rombongan jemaah haji Embarkasi Surabaya yang akan diberangkatkan pada musim haji tahun ini.
Baca Juga: Duel Seru 7 Gol! Bayern Munich Bungkam Real Madrid 4-3, Gol Menit 90+4 Jadi Penentu
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur, Mohammad As’adul Anam, mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan jemaah tertua dalam keadaan baik.
“Jemaah tertua dari Kabupaten Kediri berusia 105 tahun. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan di daerah, kondisinya sangat baik,” ujar Anam, Rabu (15/4).
Fasilitas Khusus untuk Jemaah Lansia
Anam menegaskan, pihaknya akan memberikan perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia (lansia), termasuk Marsiyah, selama berada di Embarkasi Surabaya.
Pemantauan kesehatan dilakukan secara intensif guna memastikan jemaah tetap dalam kondisi prima sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Rencananya, jemaah asal Kabupaten Kediri akan tiba di Embarkasi Surabaya pada 19 hingga 20 Mei 2026.
Regulasi Baru Buka Peluang Jemaah Usia Muda
Di sisi lain, keberangkatan jemaah haji termuda berusia 14 tahun tidak lepas dari adanya regulasi terbaru terkait batas usia minimal calon jemaah haji.
Menurut Anam, saat ini usia minimal yang diperbolehkan untuk berangkat haji adalah sekitar 13 tahun, dengan pertimbangan telah memasuki masa baligh.
Baca Juga: Arsenal Lolos ke Semifinal Liga Champions Usai Singkirkan Sporting, Siap Hadapi Atlético Madrid
“Pada usia tersebut, seseorang sudah memiliki kewajiban menjalankan rukun Islam kelima, tentu dengan syarat mampu,” jelasnya.
Ia menambahkan, jemaah usia muda umumnya berangkat bukan melalui pendaftaran baru, melainkan melalui mekanisme pelimpahan atau telah didaftarkan sejak usia dini.
“Bisa jadi mereka sudah didaftarkan sejak kecil atau mendapat pelimpahan dari orang tua maupun keluarga. Jadi, bukan daftar sekarang langsung berangkat,” tegasnya.
43.200 Jemaah Siap Berangkat dari Jatim
Secara keseluruhan, sebanyak 43.200 jemaah haji dari Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) akan diberangkatkan melalui Embarkasi Surabaya.
Mereka terbagi dalam 116 kelompok terbang (kloter) yang dijadwalkan berangkat secara bertahap.
Menariknya, pada musim haji 2026 ini, Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur juga mencatat penurunan signifikan jumlah jemaah dengan risiko tinggi (risti) dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal ini menjadi indikator positif dalam peningkatan kualitas kesehatan calon jemaah haji di wilayah tersebut.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan