RADAR SURABAYA - Jelang pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 yang diawali dengan masuknya jemaah 21 April di Asrama Haji Surabaya, Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Timur menggelar rapat koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan.
Pertemuan yang melibatkan Angkasa Pura, Bea Cukai, Imigrasi, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK), Dinas Kesehatan (Dinkes) hingga perwakilan maskapai Saudi Arabian Airlines ini berlangsung di Asrama Haji Surabaya, Senin (13/4).
Baca Juga: Camera Distortion Bikin Tak Percaya Diri Saat Difoto, Ini Penjelasan Psikolog
Plt Kepala Kanwil Kemenhaj Jatim, Mohammad As'adul Anam, menjelaskan bahwa rapat ini difokuskan pada pembahasan sistem layanan satu atap. Tujuannya agar seluruh fasilitas dan administrasi jemaah dapat diselesaikan sejak di embarkasi, sehingga proses kepulangan di Tanah Suci nantinya berjalan lebih lancar dan tidak memakan waktu lama.
"Rapat utamanya adalah membahas terkait dengan layanan satu atap. Jadi jemaah menerima fasilitas pelaksanaan haji mulai dari embarkasi sampai di Arab Saudi itu diberikan di awal. Supaya jemaah tidak terlalu lama di penerimaan, sehingga kita rapatkan di situ," terang Anam.
Dalam kesempatan tersebut, seluruh instansi yang hadir menyatakan kesiapannya dalam menyukseskan penyelenggaraan haji tahun ini. Anam pun mengapresiasi komitmen seluruh pihak yang terlibat.
Selain membahas kesiapan, rapat juga menerima masukan dari evaluasi tahun sebelumnya. Salah satu usulan penting yang akan ditindaklanjuti adalah pembuatan dashboard pemantauan data secara online dan real-time.
Baca Juga: Tak Perlu Mahal, Ini 5 Makanan yang Bantu Atasi Jerawat dari Dalam
"Kalau monitoring di setiap embarkasi bisa dilaksanakan melalui dashboard itu, maka akan memudahkan kita melakukan penyelesaian terkait dengan data-data atau masalah yang muncul. Jadi dibutuhkan sistem yang bisa melihat data jemaah yang masuk secara langsung," jelasnya.
Anam juga memastikan bahwa Embarkasi Surabaya tetap akan menggunakan jalur cepat atau Fast Track. Hal ini diperkuat dengan hasil rapat kerja nasional di Jakarta bersama pihak Arab Saudi.
Khusus untuk program Makkah Route, progres pembangunan dan penataan ruang di Bandara Juanda terus dikebut. Berdasarkan laporan pihak Angkasa Pura, pembangunan fasilitas khusus ini sudah mencapai lebih dari 70 persen.
"Saat ini untuk Makkah Route sudah dilakukan setting ruangan. Tadi laporan dari Deputi GM Angkasa Pura menyampaikan bahwa progresnya sudah di atas 70 persen. Insyaallah, tanggal 16 atau 17 April nanti sudah bisa dipastikan siap 100 persen," pungkasnya. (*)
Editor : Lambertus Hurek