Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kembali Bersih, Hampir Satu Ton Sampah Diangkut dari Kawasan Gunung Bromo 

Nurista Purnamasari • Sabtu, 11 April 2026 | 12:17 WIB
Ilustrasi pembersihan sampah di kawasan Gunung Bromo. (ISTIMEWA)
Ilustrasi pembersihan sampah di kawasan Gunung Bromo. (ISTIMEWA)

RADAR SURABAYA - Upaya menjaga kelestarian Gunung Bromo kembali dilakukan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). 

Dalam aksi bersih-bersih massal yang bertepatan dengan penutupan sementara kawasan wisata, hampir satu ton sampah berhasil diangkut dari berbagai titik di Bromo, Jawa Timur.

Ketua Tim Data, Evaluasi, dan Pelaporan Kehumasan Balai Besar TNBTS, Hendra Wisantara, menyebut total sampah yang dikumpulkan mencapai 963 kilogram. 

Baca Juga: Penutupan Gunung Bromo 6–12 April 2026 untuk Pemulihan Ekosistem, Ini Penjelasan TNBTS

“Demi kelestarian dan kenyamanan bersama pengunjung taman nasional agar menerapkan gerakan bawa turun sampahmu, membawa kembali sampah pribadi,” ujarnya dikutip, Sabtu (11/4).

Sampah yang didominasi bungkus makanan dan botol plastik disisir dari berbagai titik krusial, seperti lautan Pasir, Parkiran Jip, dan area Pura terkumpul sebanyak 425 kg

Area Jemplang, Watu Gede, Bantengan, dan Watangan terkumpul sebanyak 225 kg.

Baca Juga: 4 Astronaut Artemis II Pulang Selamat ke Bumi, Splashdown Sempurna di Samudra Pasifik

Lalu di penanjakan dan sekitarnya terkumpul 198 kg. Terakhir di area Bungkah–Widodaren terkumpul 115 kg. Seluruh sampah kemudian dialihkan ke TPA Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Aksi bersih-bersih kawasan Bromo ini melibatkan 128 peserta, terdiri dari 64 personel internal TNBTS dan 92 mitra, termasuk pengemudi jip, pelaku perhotelan, pedagang kaki lima, serta anggota Dharma Wanita Persatuan.

“Alam di Bromo merupakan warisan yang harus kita jaga bersama-sama,” tegas Hendra.

Baca Juga: Parah! Gerobak Sampah Dicuri di Rungkut Tengah Surabaya, Sudah Lima Kali Hilang

Senada, Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Balai Besar TNBTS, Septi Eka Wardhani, menekankan bahwa setiap jip wisata sudah difasilitasi kantong sampah. 

“Itu sebagai fasilitas untuk mencegah pengunjung membuang sampah di sembarang tempat. Karena ini kawasan konservasi, kami berharap ke depannya pengunjung bisa semakin peduli terhadap kebersihan,” ujarnya.

Penutupan Gunung Bromo pada 6–12 April 2026 menjadi bagian dari upaya konservasi rutin. Selain membersihkan sampah, kegiatan ini bertujuan memulihkan ekosistem dan menjaga kualitas layanan wisata. (net/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#sampah bromo #bersih-bersih bromo #tnbts #gunung bromo