RADAR SURABAYA - Kasus pernikahan sesama jenis kembali mencuat di Indonesia. Kali ini menimpa seorang wanita di malang, Jawa Timur.
Wanita bernama Intan Anggraeni, 28, melaporkan pasangannya ke polisi setelah mengetahui bahwa "suami" yang dikenalnya sebagai Rey ternyata seorang wanita.
Peristiwa mengejutkan ini terjadi di Kota Malang, Jawa Timur, dan langsung menjadi perhatian publik setelah video pernikahan keduanya viral di media sosial.
Baca Juga: Angka Kecelakaan Kereta Api Meningkat, KAI Beri Edukasi Keselamatan kepada Siswa di Surabaya
Dalam rekaman yang beredar, terlihat Intan dan Rey melangsungkan pernikahan sederhana di sebuah rumah pada Rabu (3/4).
Keduanya mengenakan busana serba putih dengan motif lurik, dan prosesi ijab kabul berlangsung layaknya pernikahan pada umumnya. Namun, fakta mengejutkan baru terungkap saat malam pertama.
Intan mengaku tidak pernah menaruh curiga karena Rey berpenampilan seperti pria dengan rambut pendek dan gaya berpakaian maskulin.
Baca Juga: Jemaah Mulai Masuk 21 April 2026, Perbaikan 120 Kamar Asrama Haji Surabaya Dikebut
“Dia ngakunya cowok, dan selama ini kelakuannya juga seperti cowok asli,” kata Intan.
Intan juga menceritakan bahwa sejak awal menjalin hubungan kerap dihujani janji-janji manis demi memikat hatinya.
"Dijanjikan mobil Lamborghini sama rumah, katanya sudah dibayar dan akan didatangkan pada tanggal pernikahan," ujarnya.
Baca Juga: Bangunan Lapangan Padel di Bogor Hancur Karena Ledakan, Ini Dugaan Penyebabnya
Namun, saat malam pertama, Intan baru menyadari bahwa Rey adalah seorang wanita. Merasa ditipu, ia melaporkan kasus ini ke Polres Malang Kota dengan didampingi kerabatnya, Eko NS.
Eko mengungkapkan kekhawatiran adanya maksud tersembunyi di balik pernikahan ini, terutama karena Rey sempat meminta Intan membuat paspor dengan alasan akan berobat ke Kamboja. “Kita juga khawatir ada indikasi lain,” ujarnya.
Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo, menegaskan pihaknya akan mengusut kasus ini. “Saat ini kasus sedang kita dalami lebih lanjut,” katanya. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari