Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gubernur Khofifah Imbau Bijak Gunakan LPG dan Konsumsi BBM, Minta Masyarakat Jatim Tidak Panic Buying

Mus Purmadani • Selasa, 7 April 2026 | 19:12 WIB
TURUN LANGSUNG: Gubernur Jatim Khofifah saat melihat langsung stok LPG di salah satu depo. Ia meminta bijak konsumsi LPG dan BBM. (IST/RADAR SURABAYA)
TURUN LANGSUNG: Gubernur Jatim Khofifah saat melihat langsung stok LPG di salah satu depo. Ia meminta bijak konsumsi LPG dan BBM. (IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk bijak dalam menggunakan Liquified Petroleum Gas (LPG) dan bahan bakar minyak (BBM), sekaligus mengimbau agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim terus memperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan distribusi energi berjalan lancar, tepat sasaran, serta terhindar dari praktik spekulasi.

“Berdasarkan pemantauan kami bersama pihak terkait, stok LPG di Jawa Timur dalam kondisi aman dan mencukupi. Karena itu, kami mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi sampai melakukan panic buying. Gunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan,” ujar Khofifah, Selasa (7/4).

Baca Juga: Ungkap Jaringan Pengedar Sabu di Jalan Wonosari Surabaya, Dipasok dari Bangkalan Madura

Menurut Khofifah, stabilitas pasokan LPG dan BBM menjadi prioritas perhatian Pemprov Jatim dalam menjaga keberlangsungan aktivitas masyarakat, khususnya rumah tangga, UMKM, petani, hingga nelayan sebagai pengguna utama energi subsidi.

Oleh karena itu, pengawasan distribusi terus diperketat untuk memastikan penyaluran tetap merata, tepat sasaran, serta mencegah adanya penimbunan maupun permainan harga oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Baca Juga: Masuk Rumah, Pelaku Terekam CCTV Curi Motor Teman di Keputran Kejambon Surabaya

Lebih lanjut, Pemprov Jatim terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, DPD V Hiswana Migas Jatimbalinus, PT. Pertamina Patra Niaga jatimbalinus (agen,pangkalan merupakan binaan Pertamina), TNI/Polri (satgas pangan) guna memastikan distribusi berjalan lancar tanpa kendala.

Upaya ini dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi di lapangan.

Baca Juga: Tinjau TKA di Surabaya, Ini Pesan Mendikdasmen pada Siswa

“Koordinasi lintas sektor terus kami lakukan secara intensif. Kami ingin memastikan distribusi LPG berjalan lancar, merata, dan tepat sasaran, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan LPG, khususnya tabung 3 kilogram,” tegasnya.

Sebagai bentuk penguatan tata kelola distribusi, Pemprov Jatim telah menerbitkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/150/013/2025 tentang Tim Koordinasi Pelaksanaan Pendistribusian Liquified Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 pada Maret 2025.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Siapkan 1.200 Lowongan Kerja, Produk UMKM Tembus Pasar Global

Melalui keputusan tersebut, dibentuk Tim Koordinasi Pelaksanaan Pendistribusian LPG tabung 3 kilogram tingkat provinsi yang memiliki peran strategis dalam memastikan distribusi LPG berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Keputusan Gubernur untuk tahun ini juga sedang dalam proses pembaruan di Biro Hukum dan dikoordinasikan Biro Perekonomian. Tim ini menjadi garda terdepan dalam memastikan distribusi LPG berjalan efektif dan akuntabel,” jelas Khofifah.

Adapun tugas Tim Koordinasi meliputi pelaksanaan sosialisasi serta koordinasi dengan bupati/walikota dan pihak terkait dalam pendistribusian LPG tabung 3 kilogram. Selain itu, tim juga bertugas melakukan pembinaan dan pengawasan bersama Tim Koordinasi Kabupaten/Kota, baik dalam satu wilayah maupun lintas daerah.

Baca Juga: Wacana Potong Gaji Menteri, Masih Dirapatkan Presiden Prabowo Pekan Depan

Tim tersebut juga melakukan evaluasi atas pelaksanaan pendistribusian LPG, termasuk monitoring dan evaluasi penggunaan LPG yang telah disinyalir masih digunakan di beberapa pihak seperti Hotel Restoran dan Cafe, Laundry atau Binatu, Usaha Jasa Pengelasan, Usaha Baik, Usaha Peternakan (untuk bahan bakar penghangat diusia awal penetasan), usaha tani tembakau (bahan bakar untuk mengeringan di musim penghujan).

Sekaligus sosialisasi diarahkan ke produk LPG yg bukan subsidi (LPG 5,5 Kg-50 KG), Langkah ini dinilai penting untuk memastikan subsidi LPG benar-benar diterima oleh pihak yang berhak dan tepat sasaran.

Baca Juga: Usung Konsep Food Truck di Atas Bajaj, Cara Kreatif Menjangkau Pelanggan di Surabaya

Tidak hanya itu, Tim Koordinasi juga berperan dalam memfasilitasi penyelesaian berbagai permasalahan yang muncul dalam distribusi LPG, serta memastikan kelancaran penyediaan hingga penyaluran LPG dari tingkat agen ke konsumen.

“Kami ingin memastikan bahwa distribusi LPG 3 kilogram ini tepat sasaran. Karena LPG subsidi ini diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan, sehingga harus kita jaga bersama agar tidak disalahgunakan,” jelas Khofifah.

Baca Juga: Jatim Siaga Kekeringan, Puncak El Nino Diprediksi Agustus

Sebelumnya, Khofifah menyebut memang sempat terjadi laporan masyarakat kesulitan mendapatkan LPG tabung 3 kilogram di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Namun demikian, kondisi tersebut dipastikan bukan disebabkan oleh kelangkaan stok, melainkan adanya kendala dalam kelancaran distribusi di lapangan yang kini telah tertangani dengan baik.

“Beberapa waktu lalu memang sempat ada laporan kesulitan LPG di Banyuwangi. Namun perlu kami tegaskan, itu bukan karena stok tidak tersedia, melainkan adanya kendala distribusi yang menyebabkan keterlambatan di beberapa titik. Saat ini kondisi sudah tertangani dan distribusi kembali normal,” ujar Khofifah.(mus/gun)

Editor : Guntur Irianto
#stok #Gubernur Jatim Khofifah #lpg #jatim #bbm