RADAR SURABAYA - Kenaikan harga plastik yang terjadi belakangan ini mulai dikeluhkan para pelaku usaha, terutama di pasar tradisional. Lonjakan harga yang cukup tinggi dinilai berpotensi menekan pelaku usaha kecil yang masih bergantung pada plastik sebagai kemasan utama.
Anggota Komisi B DPRD Jatim, Khusnul Khuluk, mengungkapkan kenaikan harga plastik saat ini tergolong signifikan, bahkan mencapai 30 hingga 60 persen.
“Saya kebetulan orang pasar, jadi sangat terasa kenaikan harga plastik ini. Kalau saya amati, kenaikannya antara 30 sampai 60 persen,” ujarnya, Senin (6/4).
Baca Juga: Harga Avtur Naik, Pemerintah Izinkan Maskapai Naikkan Harga Tiket Pesawat
Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera tersebut, kondisi ini tidak bisa dianggap sepele karena berdampak langsung pada biaya operasional pedagang, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil.
“Kenaikan ini tentu memberatkan pedagang, apalagi yang masih sangat bergantung pada plastik untuk kemasan,” imbuhnya.
Baca Juga: Berkas Tuntas! Polda Jatim Serahkan Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Santriwati ke Kejari Bangkalan
Melihat kondisi tersebut, Khusnul meminta pemerintah provinsi melalui dinas terkait, khususnya sektor perindustrian dan perdagangan, segera melakukan langkah mitigasi agar harga tidak terus merangkak naik.
“Saya berharap dinas terkait bisa segera melakukan mitigasi. Kalau tidak ada terobosan, kasihan pelaku usaha kecil,” tegasnya.
Baca Juga: Kabar Baik! Pemkot Buka 1.000 Lowongan Kerja, Prioritaskan Warga Surabaya
Selain langkah jangka pendek, ia juga mendorong adanya solusi jangka panjang. Salah satunya dengan memperkuat industri daur ulang plastik di dalam negeri agar biaya bahan baku bisa ditekan dan tidak terlalu bergantung pada impor.
“Salah satu solusi yang rasional adalah mendorong daur ulang plastik menjadi bahan baku kembali dengan biaya lebih murah,” jelasnya.
Khusnul menambahkan, kenaikan harga plastik saat ini diduga dipengaruhi faktor global. Ketergantungan terhadap bahan baku impor serta dinamika geopolitik internasional disebut turut memicu lonjakan harga.
“Informasi sementara, bahan bakunya banyak impor dan ada pengaruh kondisi global. Tapi kita ingin tahu lebih dalam dampaknya di Jawa Timur seperti apa,” ungkapnya.
Baca Juga: Rumah Rp 100 Jutaan, Pemkot Surabaya Bangun Rusunami Gen Z Dibangun di Wilayah Strategis
Sebagai tindak lanjut, Komisi B DPRD Jawa Timur berencana memanggil dinas terkait untuk membahas persoalan tersebut secara komprehensif. DPRD berharap ada langkah konkret yang segera diambil agar kenaikan harga plastik tidak semakin membebani masyarakat.
“InsyaAllah akan kami bahas di komisi, termasuk mencari solusi agar persoalan ini bisa segera ditangani,” pungkasnya. (mus/gun)
Editor : Guntur Irianto