RADAR SURABAYA - Lagi-lagi bentrokan antar pesilat dan warga terjadi. Situasi panas tersebut terjadi di Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Sabtu (4/4) dini hari.
Insiden bentrokan antara kelompok pesilat dan warga setempat tersebut dipicu oleh aksi menyalakan flare oleh rombongan pesilat saat melintas di kawasan itu usai menghadiri acara halal bihalal di Desa Kranggan.
Video bentrokan yang memperlihatkan aksi saling lempar di dekat gapura Desa Kaibon viral di media sosial melalui akun Instagram @medhioen_ae.
Baca Juga: Blokir Jalan di Perbatasan Blitar-Kediri, Konvoi Motor Perguruan Silat Viral
Dalam rekaman berdurasi singkat itu tampak suasana ricuh antara dua kelompok sebelum akhirnya aparat kepolisian datang untuk menenangkan keadaan.
Kapolres Madiun, AKBP Kemas Indra Natanegara, membenarkan adanya insiden tersebut.
“Akibat kejadian itu satu orang terluka, tetapi tidak ada kerusakan rumah warga,” ujarnya dikutip dari Kompas.com, Sabtu (4/4).
Kemas menjelaskan bahwa bentrokan terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. “Rombongan pesilat dari Kota Madiun datang ke acara pengajian dan halal bihalal di Desa Kranggan. Saat pulang, mereka menyalakan flare di Desa Kaibon, yang diduga memicu kemarahan warga,” terangnya.
Ia menambahkan bahwa aparat kepolisian segera turun tangan untuk menghalau massa dan memastikan rombongan pesilat dapat melanjutkan perjalanan dengan aman.
“Sekitar pukul 00.20, situasi sudah dinyatakan aman. Kami juga melakukan pendekatan kepada kedua pihak agar tidak mudah terpancing provokasi,” kata Kemas.
Baca Juga: Tulungagung Jadi Tuan Rumah, 431 Atlet Ramaikan Kejurprov I Woodball Jatim 2026
Bentrok semacam ini kerap dipicu oleh kesalahpahaman atau tindakan simbolik yang dianggap provokatif, seperti penggunaan flare atau atribut perguruan.
Polisi kini fokus pada langkah preventif dengan melakukan komunikasi intensif kepada tokoh masyarakat dan perguruan silat di wilayah Madiun. (kmp/nur)
Editor : Nurista Purnamasari