Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Komisi C DPRD Jatim Sebut Efisiensi BUMD Harus Tepat Sasaran 

Mus Purmadani • Jumat, 3 April 2026 | 17:31 WIB
PERINGATAN: Anggota Komisi C DPRD Jatim Hartono meminta efisiensi BUMD tidak berdampak pada pelayanan dan tepat sasaran. (IST/RADAR SURABAYA)
PERINGATAN: Anggota Komisi C DPRD Jatim Hartono meminta efisiensi BUMD tidak berdampak pada pelayanan dan tepat sasaran. (IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Dorongan pemerintah pusat agar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) melakukan efisiensi mendapat respon dari DPRD Jawa Timur. Anggota Komisi C DPRD Jatim dari Fraksi Gerindra, Hartono, menegaskan bahwa langkah efisiensi tersebut merupakan kebijakan yang tepat, namun harus dikawal secara cermat agar tidak berdampak negatif terhadap pelayanan publik maupun keuangan daerah.

Menurut Hartono, selama ini BUMD masih cenderung bergantung pada penyertaan modal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Padahal, kondisi fiskal daerah saat ini tengah menghadapi beban yang cukup tinggi, sehingga diperlukan perubahan paradigma dalam pengelolaan BUMD.

“Semangatnya harus berubah, dari yang semula dibiayai menjadi mampu menghasilkan. BUMD tidak boleh terus bergantung pada penyertaan modal pemerintah daerah,” ujarnya, Jumat (3/4). 

Baca Juga: Haji 2026: 99% Visa Rampung! Syarikah Tinjau Kesiapan Jemaah Haji di Surabaya

Ia menilai, efisiensi menjadi langkah penting untuk mendorong BUMD lebih profesional dan mandiri dalam mencari sumber pendapatan. Namun demikian, efisiensi tidak boleh dimaknai secara sempit hanya sebagai pemotongan anggaran atau pengurangan biaya secara berlebihan.

“Efisiensi bukan sekadar memangkas biaya. Yang jauh lebih penting adalah perbaikan tata kelola, transparansi, profesionalisme, serta pengawasan yang lebih ketat,” tegasnya.

Baca Juga: Antisipasi Long Weekend Perayaan Paskah, Pertamina Patra Niaga Tambah Lebih Dari 700 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Jawa Timur

Lebih lanjut, Hartono menekankan perlunya pemetaan yang jelas terhadap karakter masing-masing BUMD. Menurutnya, tidak semua BUMD memiliki orientasi yang sama, sehingga kebijakan yang diterapkan pun harus disesuaikan.

Ia menjelaskan, BUMD yang berorientasi profit harus didorong untuk lebih mandiri dan efisien agar mampu menghasilkan dividen yang optimal bagi daerah. Sementara itu, BUMD yang bergerak di sektor pelayanan publik tetap membutuhkan peran pemerintah dan tidak bisa dilepas sepenuhnya.

Baca Juga: Diduga Akibat Korsleting, Lantai Dua Rumah Warga Gubeng Jaya Surabaya Terbakar

“BUMD pelayanan publik tidak bisa disamakan dengan yang berorientasi bisnis. Peran pemerintah tetap diperlukan agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” jelasnya.

Komisi C DPRD Jatim, lanjut Hartono, akan memastikan bahwa setiap kebijakan efisiensi yang diterapkan tidak mengorbankan kepentingan masyarakat maupun aset daerah. Pengawasan terhadap pengelolaan BUMD juga akan diperkuat agar kebijakan berjalan sesuai tujuan.

Baca Juga: Antisipasi Kemarau 2026, Gubernur Khofifah Instruksikan Bupati/Wali Kota Jaga Produksi Pertanian Jawa Timur

Secara keseluruhan, pihaknya mendukung upaya efisiensi BUMD sebagai bagian dari penguatan kemandirian ekonomi daerah. Namun, ia mengingatkan agar kebijakan tersebut dilakukan secara tepat sasaran, berbasis perbaikan manajemen, serta tetap berpihak pada kepentingan publik dan keberlanjutan keuangan daerah.

“Intinya kami mendukung efisiensi, tapi harus tepat sasaran, tidak asal potong, dan tetap menjaga pelayanan publik serta aset daerah,” pungkasnya. (mus/gun)

Editor : Guntur Irianto
#keuangan #bumd #Pelayanan Publik #efisiensi #dprd jatim