RADAR SURABAYA — Gejolak geopolitik global akibat eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memunculkan kekhawatiran terhadap potensi krisis energi serta perlambatan ekonomi, termasuk dampaknya ke daerah. Merespons situasi tersebut, Wakil Ketua DPRD Jatim Blegur Prijanggono meminta seluruh pihak untuk bersiap melakukan langkah antisipasi sejak dini.
Menurut Blegur, kecemasan terkait pasokan energi dunia, khususnya akibat potensi terganggunya distribusi minyak di kawasan Selat Hormuz, merupakan hal yang tidak bisa dihindari. Meski demikian, ia mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap memercayakan pengelolaan pasokan energi kepada pemerintah.
“Hari ini seluruh dunia mengalami kecemasan yang sama terkait krisis energi. Tapi kita percayakan kepada pemerintah pusat agar pasokan minyak dari luar tetap bisa diterima tepat waktu sehingga tidak terjadi kelangkaan,” ujar Blegur, Selasa (31/3).
Baca Juga: Bertambah, Total Tiga Prajurit TNI Tewas dalam Misi UNIFIL di Lebanon
Ia juga mendorong adanya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan para pemangku kepentingan di sektor energi, termasuk Pertamina, guna memastikan distribusi berjalan lancar serta mengantisipasi potensi kelangkaan di daerah.
Di sisi lain, Blegur mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Ia menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap hoaks yang berpotensi memicu kepanikan, termasuk aksi panic buying.
Baca Juga: Antisipasi Kekeringan, Pemprov Jatim Siagakan 8.262 Pompa Air dan Atur Pola Tanam Petani
“Masyarakat jangan menelan informasi mentah-mentah dari media sosial. Banyak hoaks atau berita palsu yang bisa memicu kepanikan. Kita harus bijak dalam menerima informasi,” tegasnya.
Selain sektor energi, ketegangan global juga berpotensi memengaruhi perekonomian daerah. Untuk itu, Blegur menilai penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
“UMKM terbukti mampu menggerakkan dan menghidupkan perekonomian masyarakat kecil,” ungkapnya.
Baca Juga: Jemur Nasi, Lansia Tersempet Lokomotif di Perlintasan KA Masigit Surabaya
Ia pun mendorong Pemprov Jatim untuk memfokuskan kebijakan pada peningkatan kualitas UMKM melalui berbagai program stimulus dan pendampingan, agar produk lokal semakin kompetitif di tengah ketidakpastian global.
“Pemerintah Provinsi harus fokus meningkatkan kualitas UMKM melalui program-program yang mampu mendorong daya saing produk lokal agar diterima dengan baik di masyarakat,” pungkasnya. (mus/gun)
Editor : Guntur Irianto