RADAR SURABAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) mulai melakukan langkah antisipatif menghadapi potensi kekeringan yang diprediksi terjadi pada tahun ini. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Heru Suseno, menyebut langkah tersebut mengacu pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait fenomena El Nino.
Heru menjelaskan, hingga saat ini kondisi El Nino masih tergolong lemah. Hal itu juga disampaikan dalam rapat koordinasi rutin bersama Kementerian Pertanian. “Memang ada El Nino, tapi posisinya masih lemah. Nanti validasi kekuatannya baru bisa dipastikan sekitar Juli,” ujarnya, Senin (30/3).
Meski demikian, Pemprov Jatim tetap melakukan berbagai upaya mitigasi agar dampak kekeringan tidak mengganggu sektor pertanian. Salah satunya dengan mengoptimalkan sarana pengairan yang sudah tersedia.
Baca Juga: Jemur Nasi, Lansia Tersempet Lokomotif di Perlintasan KA Masigit Surabaya
Saat ini, Jawa Timur memiliki sebanyak 8.262 unit pompa air yang tersebar di berbagai wilayah. Pompa tersebut digunakan untuk mengambil air dari sumber permukaan guna mendukung kebutuhan irigasi lahan pertanian.
“Semua pompa ini kita petakan dan cek kondisinya sesuai arahan Ibu Gubernur. Harapannya bisa dimanfaatkan secara maksimal saat dibutuhkan,” jelasnya.
Selain itu, terdapat pula sekitar 1.300 unit pompa irigasi berbasis sumur (irpom) yang siap dioperasikan. Jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah karena data tahun 2025 belum sepenuhnya terinventarisasi.
Langkah kedua yang dilakukan adalah pengaturan pola tanam. Heru menegaskan petani diminta segera melakukan tanam setelah masa panen raya, tanpa menunda waktu seperti kebiasaan sebelumnya.
Baca Juga: Drainase dan Banjir Jadi Taruhan, Pemkot Surabaya Tertibkan Bangli Milik PKL di Atas Saluran Air
“Biasanya setelah panen petani beristirahat dulu, tapi kali ini jangan. Segera tanam untuk memanfaatkan sisa ketersediaan air yang ada,” tegasnya.
Selain percepatan tanam, petani juga didorong memilih varietas padi yang tahan terhadap kondisi minim air. Beberapa varietas seperti Inpari dinilai memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap kekeringan.
Baca Juga: Viral! 7 Orang di Mamuju Keracunan Daging Anjing, Ini Pesan Kemenkes Akan Bahaya Zoonosis
“Varietas Inpari 1 sampai Inpari 30 itu relatif tahan. Ini penting agar produksi tetap terjaga meskipun ada potensi kekeringan,” pungkasnya. (mus/gun)
Editor : Guntur IriantoSumber : radar surabaya