Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Viral! Balon Udara Berpetasan Jatuh ke Permukiman Warga di Pamekasan

Nurista Purnamasari • Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:29 WIB
Balon udara berwarna hitam dan berukuran besar yang jatuh di permukiman warga Dusun Blingi, Palengaan, Pamekasan, Sabtu (28/3). (Kompas.com)
Balon udara berwarna hitam dan berukuran besar yang jatuh di permukiman warga Dusun Blingi, Palengaan, Pamekasan, Sabtu (28/3). (Kompas.com)

RADAR SURABAYA - Peristiwa jatuhnya balon udara di momen Lebaran kembali terjadi. Kali ini sebuah balon udara berukuran besar jatuh di permukiman warga Dusun Blingi, Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu (28/3) pagi sekitar pukul 07.14 WIB. 

Balon berwarna hitam itu jatuh di tanah kosong di samping rumah warga setelah diduga gagal terbang. 

Peristiwa tersebut sempat membuat panik warga karena balon yang mulai kempis masih terbakar dengan petasan yang menggantung di bagian bawah.

Baca Juga: Akses ke Air Terjun Madakaripura Longsor, Dua Warga Terluka dan Jalur Lumpuh Total

Warga setempat segera menarik balon udara ke tanah kosong agar tidak mengenai rumah.

“Kejadiannya tadi pagi. Balon udara hampir menimpa rumah warga, beruntung tidak ada korban,” kata Latif, salah seorang warga Dusun Blingi. 

Ia menambahkan bahwa sebelum balon jatuh, terlihat asap mengepul dari arah barat.

Baca Juga: Heboh! Tradisi Balon Udara di Pamekasan Disusupi Promosi Rokok Ilegal

“Petasannya masih ada. Untungnya tidak meledak, karena di balon udara masih ada api menyala,” ujarnya.

Kapolsek Palengaan, AKP Muh Syaiful Bahri Maulana, menyatakan pihaknya belum mengetahui asal balon udara tersebut. “

Kami masih menyelidikinya. Warga setempat pun tidak mengetahui datangnya balon udara dari mana,” katanya. 

Baca Juga: Diduga Mengemudi dalam Kondisi Terganggu, Pegolf Tiger Woods Ditangkap Usai Kecelakaan di Florida

Ia memastikan balon udara tidak menimpa rumah dan tidak menimbulkan kerusakan. Polisi juga telah mengumpulkan keterangan saksi di lokasi. 

“Dari keterangan saksi, balon udara hampir jatuh di atas rumah, namun segera ditarik dan akhirnya terjatuh di tanah kosong,” imbuhnya.

Tradisi menerbangkan balon udara berpetasan memang kerap muncul saat Lebaran di sejumlah daerah Jawa Timur. 

Meski dianggap sebagai bagian dari kemeriahan, praktik ini menyimpan risiko besar, mulai dari kebakaran hingga kecelakaan fatal. 

Baca Juga: Dikejar dan Diteriaki Maling, Pelaku Curanmor Jatuh, Berakhir Dimassa di Jalan Ahmad Yani Surabaya 

Beberapa kasus sebelumnya bahkan menyebabkan rumah warga terbakar akibat balon udara yang jatuh dengan kondisi masih menyala.

Kepolisian mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menjaga tradisi, dengan memastikan tidak membahayakan lingkungan sekitar.

Peristiwa di Pamekasan menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap balon udara berpetasan harus diperketat. 

Baca Juga: John Herdman Bongkar Strategi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Andalkan Pemain Lokal!

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak lagi menerbangkan balon udara berpetasan karena berbahaya. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama,” pungkas AKP Muh Syaiful Bahri Maulana. (kmp/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#balon udara pamekasan #tradisi lebaran #madura #pamekasan #petasan #balon udara