RADAR SURABAYA - Kecelakaan tunggal bus Tayo modifikasi atau kereta kelinci dengan nomor polisi S 8185 PA terjadi di Jalan Dusun Jati, Desa Jatidukuh, Gondang, Mojokerto, Sabtu (28/3) sekitar pukul 09.00 WIB.
Kendaraan yang sarat penumpang tergelincir saat menanjak, lalu terguling dan menghantam tiang listrik PLN. Peristiwa ini menewaskan satu orang penumpang dan melukai 21 lainnya.
Kronologi Kejadian
Bus Tayo yang dikemudikan Sariono, 53, warga Dusun Kebogerang, Desa Sumbergirang, Puri, Mojokerto, mengangkut rombongan buruh pabrik tatakan telur dari Desa Kebonagung.
Baca Juga: Penyalahgunaan Kendaraan Dinas Saat Lebaran, Ini Pesan KPK
Menurut polisi, kendaraan tua yang dimodifikasi menjadi odong-odong atau kereta kelinci ini tidak kuat menanjak karena kelebihan muatan.
Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Yogie Pratama, menjelaskan bahwa bus tergelincir mundur dengan kecepatan tinggi tanpa bekas pengereman, lalu menghantam tiang listrik hingga terguling.
“Kondisi tanjakan cukup terjal. Beban berat membuat kendaraan tidak kuat nanjak. Informasi awal tidak ada pengereman sehingga bus meluncur turun dengan kecepatan tinggi,” ujarnya.
Baca Juga: Ban Gembos Dipaksa Jalan, Truk Muatan Karton Terguling di Jalan Mastrip Karangpilang Surabaya
Yogie menegaskan bahwa kendaraan tersebut tidak sesuai spesifikasi teknis. Meski populer sebagai transportasi wisata murah, kendaraan ini sering kelebihan muatan dan tidak memiliki sistem keselamatan memadai.
“Kendaraan di luar spektek karena tidak sesuai peruntukannya. Bukan bus resmi, melainkan kendaraan modifikasi. Praktik seperti ini berisiko tinggi dan bisa membuka pintu terjadinya kecelakaan,” katanya.
Korban Kecelakaan
Korban tewas adalah Sulimah, 47, warga Desa Mlaten, Puri, Mojokerto, yang terlempar dari bus dan mengalami cedera otak berat. Jenazahnya telah dievakuasi ke RS SumbeTersingkir
Sementara itu, pengemudi dan 20 penumpang lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di tiga fasilitas kesehatan, yakni RSUD Prof dr Soekandar, RS Sumberglagah, dan Puskesmas Gondang.
Polisi menegaskan pentingnya pengawasan agar praktik ini tidak menimbulkan korban jiwa di kemudian hari.
“Kami minta masyarakat lebih berhati-hati dan tidak menggunakan kendaraan modifikasi untuk angkutan massal. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegas AKP Yogie. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari