RADAR SURABAYA – Kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Jawa Timur (Jatim) selama periode Lebaran 2026 menunjukkan tren positif. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim, Evy Afianasari mengungkapkan bahwa hingga 24 Maret, jumlah kunjungan telah mencapai sekitar 4,3 juta wisatawan.
Angka tersebut meningkat sekitar 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. “Kami optimistis masyarakat masih menjadikan objek wisata di Jawa Timur sebagai pilihan utama selama libur Lebaran,” ujar Evy, Jumat (27/3).
Selain jumlah kunjungan, pergerakan wisatawan juga tercatat cukup tinggi, yakni mencapai sekitar 17 juta pergerakan selama periode Lebaran. Meski demikian, Evy menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara dan belum final. Pasalnya, sejumlah destinasi wisata masih dalam proses pelaporan data kunjungan.
Baca Juga: Kasus Pembacokan di Dupak Surabaya, Polisi Buru Empat Pelaku Lain
“Ini belum angka absolut karena masih dalam perhitungan. Masih ada beberapa destinasi yang belum menyampaikan laporan perkembangan wisata,” jelasnya.
Dari sisi keamanan, Disbudpar Jatim mencatat kondisi yang relatif kondusif selama libur Lebaran. Jumlah insiden di destinasi wisata terbilang minim. Hal ini disebut tidak lepas dari dukungan infrastruktur dan fasilitas yang telah dibangun Pemprov Jatim.
“Alhamdulillah, tahun ini minim kecelakaan. Fasilitas yang sudah dibangun turut membantu mengkondisikan situasi, termasuk antisipasi di titik-titik rawan akibat faktor cuaca,” tambah Evy.
Destinasi Wisata Favorit di Jatim selama Lebaran
Untuk destinasi favorit wisatawan domestik, beberapa tempat masih mendominasi, seperti Kebun Binatang Surabaya, Jatim Park, serta sejumlah destinasi wisata keluarga lainnya. Sementara itu, untuk wisatawan mancanegara, kawasan Bromo tetap menjadi primadona, meskipun kondisi cuaca tidak selalu mendukung.
“Bromo itu wisata minat khusus. Justru dalam kondisi hujan sekalipun tetap menjadi pengalaman tersendiri bagi wisatawan mancanegara,” katanya.
Baca Juga: Delapan Negara Perkuat Timnas Indonesia, Era John Herdman Hadirkan Tim Pelatih Multinasional
Di sisi lain, Pemprov jatim juga mulai memberi perhatian serius terhadap perlindungan masyarakat adat. Evy menyebut, Gubernur Jawa Timur telah menginstruksikan penyusunan regulasi khusus guna melindungi masyarakat adat beserta hak-haknya.
Di Jawa Timur sendiri terdapat sejumlah komunitas masyarakat adat, seperti Tengger, Osing, Samin di Bojonegoro, serta masyarakat adat di Madura. Perlindungan ini dinilai penting, terutama terkait lahan adat, budaya, dan tradisi yang rentan terdampak alih fungsi lahan maupun investasi.
“Langkah ini penting agar masyarakat adat tidak terpinggirkan, seperti yang terjadi di beberapa daerah lain. Investasi tetap bisa masuk, tetapi harus melibatkan dan diketahui masyarakat lokal,” tegasnya.
Baca Juga: Wow! Tersangka Ini Ngaku Jambret Sebanyak 106 Kali di Surabaya
Ke depan, Pemprov Jatim akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta mengacu pada regulasi dari Kementerian Dalam Negeri untuk merumuskan kebijakan yang komprehensif. Fokus utama perlindungan mencakup lahan adat serta pelestarian tradisi yang menjadi identitas budaya lokal.
Dengan capaian kunjungan yang meningkat dan langkah strategis dalam perlindungan budaya, sektor pariwisata Jawa Timur diharapkan terus tumbuh sekaligus tetap menjaga kearifan lokal. (mus/gun)
Editor : Guntur Irianto