Bangkalan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bangkalan menghadirkan pendekatan berbeda. Selain menyediakan makanan bergizi, pelaksana program juga membagikan uang tunai kepada siswa. Inisiatif ini disampaikan langsung oleh tokoh setempat, Haji Khairul Umam atau yang akrab disapa Haji Her.
Dalam keterangannya, Haji Her menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan mencari keuntungan dari program tersebut. Ia menyebutkan bahwa dana yang ada justru dikembalikan untuk kepentingan siswa.
“Saya tidak cari uang, uang saya sudah banyak. Hasilnya saya kasihkan lagi ke siswa,” ujarnya.
Ia meyakini bahwa pemberian uang tunai memiliki dampak psikologis positif bagi anak-anak. Menurutnya, siswa akan lebih bersemangat dan terpicu secara mental ketika menerima uang secara langsung.
“Mereka otaknya akan jadi lebih cerdas kalau lihat uang, dan itu sudah saya sampaikan kepada tim di sini. Saya haramkan mencari keuntungan dari MBG,” tegasnya.
Lebih lanjut, Haji Her juga memastikan bahwa pelaksanaan program tetap mengedepankan transparansi. Ia menekankan agar tidak ada pihak yang mengambil keuntungan tambahan dengan cara mengurangi kualitas maupun porsi makanan.
“Sudah ada fee-nya, jadi jangan diambil lagi dari mengurangi item menu,” katanya.
Ia bahkan mengaku tidak mengambil komisi pribadi dari program MBG. Dana yang tersedia, menurutnya, akan dimanfaatkan untuk kepentingan sosial yang lebih luas, termasuk membantu pembangunan rumah tidak layak huni di wilayah Bangkalan.
“Hasilnya nanti buat bangun rumah tidak layak di area Bangkalan. Bahkan punya saya, saya kasihkan, tidak mau saya ambil komisi dari MBG,” imbuhnya.
Program ini pun menjadi sorotan karena menggabungkan pendekatan kesejahteraan langsung dengan misi sosial yang lebih luas. Selain meningkatkan asupan gizi siswa, program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi dan motivasi tambahan bagi para penerima manfaat.
Editor : M Firman Syah