Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Wagub Emil Minta Kepala Daerah Waspada Dampak Konflik Global, Tekan Inflasi dan Cegah Panic Buying di Jatim

Mus Purmadani • Kamis, 26 Maret 2026 | 14:06 WIB
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memberikan keterangan kepada wartawan. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memberikan keterangan kepada wartawan. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

 

RADAR SURABAYA – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengingatkan seluruh bupati dan wali kota di Jawa Timur untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak konflik global, khususnya yang terjadi di Timur Tengah, terhadap perekonomian daerah.

Menurut Emil, inisiatif pertemuan kepala daerah dalam momentum halal bihalal yang digagas Gubernur Khofifah Indar Parawansa tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai forum strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dinamika global.

Baca Juga: DPRD Jatim Minta WFH Rabu Tak Ganggu Layanan Publik, Sektor Pendidikan hingga PU Diminta Dikecualikan

“Ini inisiatif Ibu Gubernur agar momen berkumpulnya bupati dan wali kota tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga kesempatan produktif untuk mengantisipasi kondisi global yang dampaknya nyata ke seluruh negara,” ujar Emil, Kamis(24/3).

Ia menjelaskan, gejolak di Timur Tengah telah berdampak pada jalur logistik hingga sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu keluhan yang mulai muncul adalah kenaikan harga bahan baku seperti plastik.

Di sisi lain, pemerintah pusat disebut terus berupaya menahan gejolak harga bahan bakar minyak (BBM). Namun demikian, daerah tetap diminta bersikap antisipatif terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi di lapangan.

Dalam forum tersebut, para kepala daerah juga mendapatkan paparan dari berbagai narasumber, termasuk perwakilan pemerintah pusat, Bank Indonesia, dan akademisi dari Universitas Airlangga. Hal ini dinilai penting agar kepala daerah memahami situasi secara komprehensif dan mampu mengambil langkah mitigasi yang tepat.

Berdasarkan simulasi Bappenas, dampak perlambatan ekonomi global terhadap Jawa Timur diperkirakan relatif lebih ringan dibandingkan daerah lain. Meski begitu, Emil mengingatkan agar pemerintah daerah tidak terlena.

Ia memaparkan, kinerja perdagangan Jawa Timur pada tahun sebelumnya cukup positif, dengan pertumbuhan ekspor mencapai lebih dari 16 persen dan impor turun sekitar 2,75 persen. Kondisi ini bahkan menghasilkan surplus perdagangan internasional, yang tergolong jarang terjadi.

Baca Juga: Kalaksa BPBD Jawa Timur Tinjau Banjir Besar di Pasuruan, Ribuan Warga Terdampak 

Namun, kontribusi ekspor terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur tetap signifikan, yakni mendekati 20 persen. Karena itu, perlambatan perdagangan global tetap berpotensi memberi dampak terhadap ekonomi daerah.

“Artinya tidak dominan, tapi juga tidak kecil. Maka perlambatan perdagangan global pasti ada pengaruhnya terhadap Jawa Timur,” jelasnya.

Emil juga menekankan pentingnya peran kepala daerah dalam menjaga stabilitas di wilayah masing-masing, terutama untuk mencegah praktik spekulasi yang dapat memicu kenaikan harga dan kepanikan masyarakat.

Ia meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) agar lebih responsif dalam mendeteksi potensi penimbunan barang, panic buying, maupun permainan harga oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Yang paling efektif adalah peran para bupati dan wali kota untuk meredam agar masyarakat tidak termakan isu,” tegasnya. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#perang iran #Wali Kota #bupati #kepala daerah #konflik global #umkm #emil elestianto dardak #Wagub Jatim