RADAR SURABAYA — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan dalam momentum Hari Air Sedunia yang diperingati setiap 22 Maret.
Dalam pernyataannya di Surabaya, Senin (23/3), Khofifah menyebut peringatan Hari Air Sedunia menjadi momen strategis untuk
meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa air bersih merupakan hak asasi manusia yang harus dijamin aksesnya secara merata.
“Ketika akses air tersedia secara adil, maka peluang untuk hidup sehat, produktif, dan setara juga semakin terbuka, terutama bagi perempuan,” ujar Khofifah.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Senin 23 Maret Ambruk Rp50.000, Saat Tepat untuk Borong?
Akses Air Bersih dan Kesetaraan Gender
Khofifah menekankan bahwa akses air bersih bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi juga berkaitan erat dengan isu kesetaraan gender.
Dalam berbagai kondisi, perempuan dan anak perempuan kerap menjadi kelompok paling terdampak saat akses air terbatas.
Menurutnya, keterbatasan air sering kali membebani perempuan, baik dalam aspek kesehatan, pendidikan, maupun ekonomi.
Oleh karena itu, ia mendorong agar perempuan dilibatkan sebagai bagian dari solusi dalam pengelolaan sumber daya air.
“Pendekatan berbasis hak harus mampu memperkuat peran, suara, serta kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan,” tegasnya.
Baca Juga: Tragedi Pembunuhan Cucu Mpok Nori, Dibunuh Mantan Suami WNA Irak Usai Ditalak
Ancaman Krisis Air Global Kian Nyata
Lebih lanjut, Khofifah mengungkapkan bahwa krisis air masih menjadi tantangan besar di tingkat global.
Saat ini, sekitar 2,2 miliar penduduk dunia hidup di wilayah yang mengalami kekurangan air bersih.
Krisis tersebut tidak hanya berdampak pada kebutuhan air minum, tetapi juga merembet ke sektor lain, termasuk ketahanan pangan.
“Produksi pangan dapat menurun, harga meningkat, hingga memicu kerawanan pangan dan kemiskinan, terutama bagi kelompok masyarakat rentan,” jelasnya.
Komitmen Pemprov Jatim Jaga Keberlanjutan Air
Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan akses air bersih dan sanitasi layak.
Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan infrastruktur, konservasi sumber daya air, serta edukasi masyarakat.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Khofifah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menjaga kelestarian sumber daya air.
“Menjaga air adalah tanggung jawab bersama. Tanpa kolaborasi, keberlanjutan tidak akan tercapai,” pungkasnya.
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan