RADAR SURABAYA - Cuaca di wilayah Malang Raya yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu pada Senin 9 Maret 2026 diprakirakan didominasi kondisi mendung sejak pagi. Memasuki siang hingga sore hari, hujan yang dapat disertai petir berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.
Pada pagi hari pukul 07.00 hingga 09.00 WIB, kondisi langit diprakirakan mendung dengan suhu udara berkisar 23–26 derajat Celsius. Kelembapan udara cukup tinggi yakni sekitar 74–87 persen dengan kecepatan angin berkisar 6–8 kilometer per jam.
Memasuki pertengahan pagi hingga menjelang siang pada pukul 10.00 hingga 12.00 WIB, suhu udara meningkat menjadi 28–29 derajat Celsius dengan suhu terasa mencapai sekitar 30–32 derajat Celsius. Pada periode ini mulai muncul potensi hujan ringan yang bersifat sesaat dengan peluang hujan sekitar 15–26 persen.
Pada awal siang pukul 13.00 WIB, hujan ringan masih berpotensi terjadi dengan peluang meningkat hingga sekitar 37 persen. Suhu udara berada di kisaran 30 derajat Celsius dengan kondisi langit masih tertutup awan tebal.
Memasuki siang hingga sore pada pukul 14.00 hingga 17.00 WIB, potensi hujan disertai petir mulai meningkat di sejumlah wilayah Malang Raya. Suhu udara secara bertahap menurun dari 28 derajat Celsius menjadi sekitar 25 derajat Celsius, dengan peluang hujan mencapai sekitar 41–44 persen.
Pada sore hingga awal malam pukul 18.00 hingga 20.00 WIB, hujan ringan hingga hujan sesaat diprakirakan masih terjadi. Suhu udara berada di kisaran 23–25 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 82–88 persen.
Memasuki malam hari hingga tengah malam, tepatnya pukul 21.00 hingga 23.00 WIB, hujan sesaat masih berpotensi terjadi dengan suhu udara berkisar 22–23 derajat Celsius. Kondisi mendung diprakirakan masih menyelimuti wilayah Malang Raya.
Sementara itu pada dini hari Selasa 10 Maret 2026, hujan ringan masih berpotensi terjadi hingga sekitar pukul 03.00 WIB sebelum cuaca kembali didominasi kondisi mendung dengan suhu udara turun hingga sekitar 21 derajat Celsius.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan yang dapat disertai petir pada siang hingga sore hari, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun pengguna jalan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) melakukan pengecekan guna memastikan kondisi peralatan Early Warning System (EWS) yang tersebar di berbagai daerah di provinsi itu berfungsi saat terjadi cuaca ekstrem.
Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto mengemukakan saat terjadi cuaca ekstrem di berbagai wilayah pihaknya terus meminta dukungan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kewaspadaan, utamanya yang ada di daerah kawasan rawan bencana, baik banjir, longsor, maupun tsunami.
"Selain masyarakat yang harus meningkatkan kewaspadaannya, peralatan EWS juga kami cek kondisinya, dan personel BPBD juga kami tingkatkan kesiagaannya," kata Gatot Soebroto.
Sepanjang cuaca ekstrem yang masih berlangsung saat ini, kata dia, masyarakat, relawan, dan personel BPBD di kabupaten atau kota bisa terus berkolaborasi meningkatkan kesiapsiagaan guna mengurangi risiko bencana yang mungkin terjadi. (*)
Editor : Lambertus Hurek