RADAR SURABAYA - Keramaian ratusan pemuda di Waduk Sangiran, Desa Sumber Bening, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, berakhir dengan pembubaran oleh aparat kepolisian.
Pada Minggu (1/3) dini hari, sekitar 400 orang berkumpul dengan 18 truk yang membunyikan sound horeg usai sahur, hingga menimbulkan keresahan warga sekitar.
Kapolsek Bringin AKP Sulis Baskoro menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga yang terganggu oleh aktivitas tersebut. Polisi kemudian bergerak cepat untuk mengendalikan situasi.
“Dari laporan itu kami segera turun ke lokasi agar suasana bisa segera dikendalikan,” kata Sulis.
Setiba di lokasi, aparat memberikan imbauan agar warga tidak melakukan kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban selama bulan Ramadan.
Polisi menekankan bahwa penggunaan sound system berdaya besar, aksi balap liar, dan petasan kerap menimbulkan gangguan keamanan.
“Kami mengedepankan langkah preventif untuk menjaga keamanan wilayah,” jelas Sulis.
Setelah diberikan arahan, massa akhirnya membubarkan diri. Meski demikian, aparat Polres Ngawi tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan kerumunan susulan di kawasan tersebut.
Keramaian sound horeg di Waduk Sangiran, Ngawi yang akhirnya dibubarkan menambah daftar panjang peritiwa serupa, yakni keramaian akibat sound horeg yang meresahkan warga, khususnya di Jawa Timur. Peristiwa serupa pernah terjadi di Jombang hingga Mojokerto. (kmp/nur)
Editor : Nurista Purnamasari