Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tawuran Sahur di Gresik Berujung Pembacokan, Massa Balas Bakar Rumah Terduga Pelaku di Lamongan

Nurista Purnamasari • Minggu, 1 Maret 2026 | 09:35 WIB

 

Massa membakar rumah terduga pelaku pembacokan saat patrol sahur di Panceng Gresik, rumah pelaku berada di Lamongan.
Massa membakar rumah terduga pelaku pembacokan saat patrol sahur di Panceng Gresik, rumah pelaku berada di Lamongan.

RADAR SURABAYA - Kericuhan saat kegiatan patrol sahur di Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, berujung panjang hingga menimbulkan aksi balasan yang lebih besar.

Peristiwa yang terjadi Jumat (27/2) dini hari itu awalnya melibatkan dua kelompok pemuda dari Desa Campurejo dan Desa Banyutengah.

Tawuran pecah setelah keduanya saling lempar bom air dan beradu mulut di depan sebuah kafe dan tempat billiard.

Situasi memanas ketika salah satu pemuda dari Banyutengah mengeluarkan senjata tajam dan membacok dua pemuda Campurejo, yakni Moh. Ruhul Madani, 25, dan Wahyu Agung Pratama, 24.

Kedua korban mengalami luka serius, dengan Wahyu harus dirawat di RS Ibnu Sina akibat luka di bagian perut, sementara Ruhul menjalani perawatan di Puskesmas Panceng.

Keesokan harinya, puluhan orang yang tidak terima atas insiden tersebut melakukan sweeping untuk mencari pelaku pembacokan.

Massa yang datang berkelompok dengan sepeda motor menuju Desa Tlogosadang, Kecamatan Paciran, Lamongan, mendatangi rumah yang diduga milik pelaku.

Tidak menemukan pelaku, mereka melampiaskan amarah dengan merusak bangunan rumah, menghancurkan perabotan, serta membakar sepeda motor dan merusak sebuah mobil mewah di garasi.

Aksi ini berlangsung cepat dan membuat warga sekitar yang sedang sahur tidak berdaya menghentikan karena jumlah massa yang cukup besar.

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, membenarkan adanya pembakaran rumah tersebut.
“Benar, semalam ada laporan kejadian itu dan anggota kami dari Polsek Paciran langsung turun ke lokasi bersama masyarakat membantu memadamkan api. Selanjutnya dilakukan olah TKP sebagai bagian dari proses penyelidikan,” kata Hamzaid dikutip dari Detik.com, Minggu (1/3).

Hamzaid menambahkan bahwa saat dibakar, rumah dalam kondisi kosong. Meski demikian, kendaraan roda dua dan roda empat serta sejumlah perabot rumah tangga hangus terbakar.

Polisi kini memasang garis polisi di lokasi dan menempatkan personel untuk menjaga agar tidak terjadi aksi lanjutan.

“Kami masih mendalami motif kejadian dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Saat ini anggota juga masih melakukan penjagaan di lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Peristiwa ini menambah daftar panjang konflik antar pemuda yang terjadi saat kegiatan patrol sahur di Gresik.

Tradisi yang seharusnya bernuansa kebersamaan dan religius justru berubah menjadi ajang tawuran yang berujung pada tindak kriminal.

Polisi menegaskan akan menindak tegas pelaku pembacokan maupun aksi pembakaran rumah untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. (dtk/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#sweeping sahur #kerusuhan #lamongan #pelaku pembacokan #gresik #rumah dibakar