RADAR SURABAYA - Ditreskrimsus Polda Jatim memastikan bahwa pasokan serta distribusi MinyaKita di wilayah Jawa Timur saat ini dalam kondisi aman dan lancar. Hal itu disampaikan oleh Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Roy H.M Sihombing selaku Kasatgasda Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan usai melakukan kegiatan pemantauan di sejumlah pasar oleh seluruh jajaran Satgas Saber di Jawa Timur.
"Berdasarkan hasil pengawasan di lapangan, harga jual di tingkat pasar pun terpantau masih stabil dan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), " ujar Roy, Sabtu (28/2).
Dia mengatakan, data terbaru dari Bulog menunjukkan sudah 6 juta liter terdistribusi dan masih terdapat stok sebesar 2,7 juta liter Minyakita yang siap didistribusikan ke 160 pasar di seluruh penjuru Jawa Timur.
Menurut Roy, stok 2,7 juta liter untuk menjamin ketersediaan minyak goreng subsidi bagi masyarakat di Jawa Timur.
Meski demikian, Satgas Pangan Polda Jatim mengidentifikasi adanya kendala teknis dalam proses penyaluran.
"Tim menemukan sejumlah pedagang yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), padahal dokumen tersebut merupakan prasyarat wajib untuk menerima distribusi Minyakita," terangnya.
Terkait hal tersebut, Dirreskrimsus Polda Jatim mengimbau para pedagang untuk segera mengurus perizinan NIB.
Guna mempercepat proses, Disperindag dan DPMPTSP di tingkat Kota atau kabupaten akan memberikan fasilitas pendampingan.
"Sesuai arahan Ibu Gubernur, akan difasilitasi oleh Disperindag dan DPMPTSP masing-masing Kota/Kabupaten bagi pedagang yang belum memiliki NIB," tuturnya.
Roy menegaskan, langkah tersebut diambil agar distribusi Minyakita tidak terhambat dan bisa segera tersalurkan kepada masyarakat.
"Kebijakan Ibu Gubernur tersebut agar distribusi MinyaKita aman dan lancar dengan harga sesuai HET," tandasnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto