Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dindik Jatim Integrasikan Kurikulum Anti Narkoba di Sekolah

Mus Purmadani • Rabu, 25 Februari 2026 | 19:18 WIB

SINERGI: Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai memastikan kurikulum Anti Narkoba akan diintegrasikan ke sekolah-sekolah.(IST/RADAR SURABAYA)
SINERGI: Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai memastikan kurikulum Anti Narkoba akan diintegrasikan ke sekolah-sekolah.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) RI memperkuat Program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) sebagai langkah strategis membangun karakter bangsa dan melindungi peserta didik dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Hal ini disambut Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim.

Program ini merupakan bagian dari gerakan Ananda Bersinar yang diinisiasi BNN RI dan mulai diimplementasikan di berbagai satuan pendidikan di Indonesia, termasuk Jawa Timur.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa IKAN bukanlah kurikulum baru, melainkan penguatan materi pada mata pelajaran yang sudah berjalan di sekolah.

“Program ini diintegrasikan dalam mapel yang berjalan, dengan penekanan pada sosialisasi bahaya narkoba di lingkungan sekolah, termasuk pengenalan jenis-jenis narkoba yang berkembang,” ujarnya, Rabu (25/2).

Menurut Aries, perkembangan narkoba saat ini semakin kompleks. Modus peredaran bahkan menyasar anak-anak dengan bentuk yang menyerupai makanan dan minuman, sehingga berisiko tinggi dikonsumsi tanpa disadari dan berujung pada ketergantungan. 

Karena itu, penguatan literasi dan pengetahuan menjadi benteng utama agar peserta didik memahami dampak narkoba terhadap kesehatan fisik, mental, hingga masa depan mereka.

Aries menambahkan, pihaknya berkomitmen mendorong pelatihan bagi guru agar mampu menyampaikan materi bahaya narkoba secara tepat, sistematis, dan berkelanjutan.

“Implementasi IKAN dilakukan lintas mata pelajaran dan kegiatan sekolah. Selain pembelajaran di kelas, sosialisasi juga diperkuat melalui kegiatan ekstrakurikuler. Ini perlu dilakukan sebagai langkah nyata pencegahan dan penyuluhan pengetahuan tentang narkoba,” terang Aries.

Selain penguatan kurikulum, pengawasan juga diperketat. Disdik Jatim melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kantin sekolah, pemantauan perilaku siswa, serta menjalin kerja sama dengan puskesmas untuk pemeriksaan kesehatan dini, termasuk tes urine bila diperlukan.

Program IKAN sejalan dengan program nasional 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) serta visi Presiden dalam membangun budaya sekolah ASRI (Aman, Sehat, Ramah, dan Indah).

Aries menegaskan, sekolah yang aman dan nyaman tidak hanya bebas dari kekerasan fisik, tetapi juga harus terlindungi dari berbagai perilaku yang dapat merusak fisik, mental, dan spiritual peserta didik.

“Sekolah harus menjadi ruang tumbuh yang sehat dan positif. Pencegahan narkoba adalah bagian dari upaya menjaga masa depan generasi bangsa,” pungkasnya.(mus/gun)

Editor : Guntur Irianto
#penyalahgunaan #BNN #dindik #sekolah #kemendikdasmen #anti #Jawa Timur #terbaru #Dindik Jatim #siswa #jawa timur (jatim) #Berita Pendidikan #Berita Pendidikan Hari Ini #narkoba #kurikulum #Baru #dinas pendidikan