RADAR SURABAYA – Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Dr Erwin Astha Triyono menegaskan hingga saat ini belum ada kasus terkonfirmasi Virus Nipah di Indonesia, termasuk di Jawa Timur. Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) hanya mengeluarkan peringatan kewaspadaan dini menyusul adanya laporan kasus di negara lain, terutama India.
“Sampai saat ini belum ada kasus terkonfirmasi Virus Nipah di Indonesia, termasuk Jawa Timur. Kemenkes memastikan belum ada temuan kasus pada manusia di Indonesia, namun kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan,” ujar Erwin, Selasa (24/2).
Baca Juga: Ini Jadwal dan Lokasi Penukaran Uang Baru Bank Indonesia di Jawa Timur
Menurut dia, kewaspadaan dilakukan karena adanya mobilitas penduduk antarnegara serta keberadaan kelelawar buah sebagai reservoir alami virus tersebut. Meski demikian, masyarakat diminta tidak panik dan tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Erwin memaparkan, gejala virus Nipah meliputi demam, sakit kepala, muntah, sakit tenggorokan, serta mialgia atau nyeri otot. Pada kondisi tertentu, penderita juga dapat mengalami gangguan pernapasan seperti pneumonia. “Apabila kondisi berat, bisa terjadi ensefalitis atau peradangan otak,” jelasnya.
Ia menambahkan, semua kelompok usia bisa terinfeksi. Namun, kelompok yang lebih berisiko mengalami gejala berat adalah lansia, anak-anak, orang dengan penyakit penyerta (komorbid), tenaga kesehatan, serta mereka yang memiliki kontak erat dengan pasien.
“Jadi, bukan hanya anak saja, tetapi mereka yang memiliki daya tahan tubuh rendah lebih berisiko mengalami kondisi berat,” tegasnya.
Baca Juga: Bripda Mesias Siahaya, Brimob yang Pukul Pelajar Pakai Helm hingga Meninggal Resmi Dipecat
Dia mengimbau masyarakat yang mengalami gejala ringan namun memiliki faktor risiko—seperti baru bepergian ke wilayah terdampak seperti India atau Bangladesh, kontak dengan kelelawar, mengonsumsi nira mentah, atau memakan buah bekas gigitan kelelawar—agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat.
Sementara itu, jika muncul gejala berat seperti sesak napas atau penurunan kesadaran, masyarakat diminta segera menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Jatim mengingatkan masyarakat untuk menghindari kontak langsung dengan hewan berisiko, membuang buah dengan bekas gigitan kelelawar, mencuci dan mengupas buah secara menyeluruh sebelum dikonsumsi, mengonsumsi daging yang dimasak hingga matang.
"Tidak mengonsumsi nira/aren langsung dari pohon, rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat," katanya. (*)
Editor : Lambertus Hurek